0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Kasus Korupsi Bibit Lele, Polres Didesak Usut Mantan Kades Tegalrejo

Tersangka Korupsi Bibit Lele Desak Polisi untuk mengusut keterlibatan mantan kades Tegalrejo Sawit dalam pengadaan bibit lele bantuan presiden. (Dok.Timlo.net/ Nanin.)

Boyolali — Jajaran Polres Boyolali didesak untuk mengusut keterlibatan mantan kades Tegalrejo Sawit dalam pengadaan bibit lele bantuan presiden tahun 2007-2008 senilai Rp 907 juta, dimana negera dirugikan sebesar Rp 204 juta. Desakan tersebut dilontarkan Ketua Kelompok Peternak Lele Boyolali, Darseno, yang juga sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Darseno saat ditemui di Polres Boyolali saat melaporkan keterlibatan mantan Kades Tegalrejo, didampingi Kuasa hukumnya, Tukinu, menjelaskan tidak hanya dirinya yang menggunakan uang bantuan tersebut. Namun, mantan Kades Tegalrejo, Sigit Supomo ikut menikmati bantuan tersebut. Bahkan nominalnya lebih besar dari dirinya, sebesar Rp 14 juta, sedangkan dirinya hanya Rp 4 juta, itupun sebagai honor atas jabatan dia sebagai ketua kelompok peternak lele.

“Dia lebih besar, kenapa tidak tersentuh hukum, padahal jelas-jelas uangnya untuk kepentingan pribadi, saat itu dia (Mantan Kades — Red) meminta jatah Rp 14 juta untuk kas desa, tapi kenyataannya tidak dimasukkan ke kas desa,” cerita Darseno, Kamis (19/9).

Di sisi lain, Kuasa Hukum Darseno, Tukinu menyayangkan pihak berwajib hanya memproses kliennya, sementara pihak lain, yang juga ikut menikmati tidak tersentuh hukum sama sekali.

Kapolres Boyolali, AKBP BUdi Haryanto melalui Kasat Reskrim Polres Boyolali AKP Dwi Haryadi saat dimntai konfirmasi kemarin mengatakan, pihaknya kini tengah mendalami laporan terkait ada dugaan keterlibatan pihak lain dalam kasus dugaan korupsi itu. Jajarannya sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut apakah mantan Kades tersebut melakukan perbuatan seperti yang dilaporkan.

Proyek pengadaan bantuan benih lele untuk kelompok peternak di Desa Tegalrejo, Kecamatan Sawit, Boyolali pada 2007 diduga diselewengkan. Hasil audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Jawa Tengah mengungkap, dari total bantuan senilai Rp 907 juta yang dikucurkan presiden, diduga diselewengkan senilai Rp 204 juta.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge