0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ahok : Mobil Murah Tidak Apa-apa

Wakil Gubernur DKI Jkaarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). (dok.merdeka.com)

Timlo.net — Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menyatakan kebijakan mobil murah dan ramah lingkungan (LCGC/low cost green car) yang dibuat pemerintah pusat sangat berkontribusi pada UKM. Sebab, komponen mobil sekitar 60 persen produksi Indonesia.

Ahok memisalkan, satu perusahaan Korea Selatan (Korsel) mengekspor mobil dan menuai untung USD 10 juta dalam satu bulan. Hal itu berimbas pada penghasilan komponen mobil yang diproduksi Indonesia.

“Mobil murah tidak apa-apa, justru menguntungkan. Kita ekspor kan kayak tadi misalkan salah satu perusahaan Korsel dia ekspor saja satu bulan USD 10 juta, ekspor ke Thailand. Ini juga nambahin ekspor kan jadi bahan,” kata Ahok di Balaikota Jakarta, Kamis (19/9).

Mantan Bupati Belitung Timur ini mengatakan saat pertemuan dengan wapres dijelaskan bahwa industri mobil berkonsep dari hilir naik ke hulu. Oleh karenanya, kebijakan yang dilakukan pemerintah untuk mobil dari hilir ke hulu.

“Sekarang sudah ratusan. Hampir semua komponen mobil murah itu sudah pakai UKM kita produksi,” jelasnya.

Menurutnya, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) tidak menolak kebijakan mobil murah. Tetapi dalam surat tersebut mempertanyakan ke wapres, bagaimana kebijakan mengatasi kemacetan sementara ada kebijakan mobil murah.

“Jadi pak wapres jawab seperti itu. Pak gubernur bukan menolak, hanya bilang artinya itu membuat kami tambah repot gitu,” katanya.

Saat ditanya, pendapatnya tentang kebijakan mobil murah sama dengan pandangan Jokowi, politisi Gerindra ini mengaku sama. “Sama,” ucapnya.

Sebelumnya Jokowi mengaku kebijakan mobil murah sebagai program yang keliru. Menurutnya, program yang sebaiknya dilakukan pemerintah pusat itu pembangunan transportasi murah.

“Mobil murah itu enggak bener. Yang bener itu transportasi yang murah. Sekali lagi, mobil murah itu enggak bener, yang bener itu transportasi yang murah,” tegas pria yang disapa Jokowi ini di Hotel JW Marriott, Jakarta, Kamis (19/9) di sela acara pertemuan gubernur se-ASEAN.

Menurut Jokowi, Pemprov DKI telah merencanakan transportasi massal murah yang dianggap lebih rasional dibanding dengan kehadiran mobil murah.

“Loh, transportasi massal dong, apa lagi. Tapi yang bayarnya murah. Untuk rakyat. Itu yang baru kita siapkan dan baru mau digali, mulai digali bulan depan,” lanjut Jokowi.

sumber : merdeka.com



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge