0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Makam Cucu HB VI Dirusak, Polisi Sudah Kantongi Nama Para Pelaku

Ilustrasi Kuburan. (Dok.Merdeka.com)

Timlo.net — Makam Cucu HB VI Dirusak, Kepala Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta Gusti Bendoro Pangeran Haryo (GPBH) Yudhaningrat menegaskan langsung akan memperkarakan perusakan makam cucu Sri Sultan Hamengku Buwono VI, Kiai Ageng Prawiro Purbo di Pemakaman Semaki, Kota Yogyakarta, DIY Senin (16/9) lalu.

Langkah itu diambil lantaran makam yang berada di sekitar Kompleks Keraton itu termasuk dalam benda cagar budaya yang memiliki nilai sejarah dan budaya yang sangat tinggi. Sehingga dirinya memutuskan untuk melaporkan masalah itu ke PPNS Balai Pelestarian Budaya DIY terkait perusakan makam tersebut.

“Bangunan makam atau nisan yang berada di kompleks makam sudah berusia lebih dari 50 tahun ikut rusak. Sehingga kami akan menggunakan jalur dari lembaga kami untuk memperkarakan,” kata GPBH Yudhaningrat saat dikonfirmasi merdeka.com Kamis(19/9) melalui telepon selulernya.

Menurutnya, memang seharusnya kasus perusakan makam kewenangan aparat kepolisian untuk mengusut dan menindaknya. Namun PPNS dari Balai Pelestarian Cagar Budaya Yogyakarta akan memperhitungkan pasal mengenai perusakan cagar budaya terhadap para pelaku.

Adik dari Gubernur DIY dan Raja Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X itu menyatakan aparat kepolisian harus secara cepat mengungkap kasus perusakan makam Kiai Ageng Prawiro Purbo dan menangkap para pelakunya. Dari situ nantinya bisa diketahui secara jelas dan pasti apa motif, tujuan dan latarbelakang aksi pengerusakan makam itu.

“Sebetulnya, pelaku sudah diketahui sekitar 15-16 orang yang menggunakan cadar merusak makam itu. Polisi mungkin sudah mengantongi nama-nama pelaku. Namun, kami tidak berani menyatakan dan menyebutkan siapa pelaku dan dari kelompok mana. Semua itu adalah kewenangan dari pihak kepolisian saja,” jelasnya.

Dirinya berharap, para pelaku jika sudah tertangkap menjalani proses penyelidikan dan penyidikan dikenai sakgsi sesuai dengan ketentuan. Baik dari sisi undang-undang perlindungan cagar budayanya, maupun dari sisi pidana perusakannya.

“Sehingga Yogyakarta yang dikenal sebagai kota budaya tidak diperlakukan sembarangan beberapa benda-benda sejarah peninggalanya. Baik oleh orang luar Yogya maupun warga Yogya sendiri,” harapnya.

Sebelumnya Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X meminta aparat kepolisian mencari dan menangkap pelaku perusakan makam cucu Sri Sultan Hamengku Buwono VI, Kiai Ageng Prawiro Purbo, di Pemakaman Semaki, Kota Yogyakarta, Senin (16/9).

“Pemakamam itu bukan milik Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, sehingga perusakan makam kami serahkan kepada aparat penegak hukum untuk mencari latar belakang dan pelakunya. Semoga segera bisa ditangani agar tidak menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat,” kata Sultan yang juga Raja Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat kepada wartawan.

Seperti diketahui, sekelompok orang tidak dikenal yang memakai penutup kepala atau cadar merusak makam cucu Sri Sultan Hamengku Buwono VI, Kiai Ageng Prawiro Purbo, Senin (16/9) lalu. Puluhan pelaku mengobrak-abrik, merusak batu nisan dan beberapa perabotan yang ada di dalam makam. Bahkan mereka melakukan aksi corat-coret pada dinding dan nisan makam dengan cat yang berbunyi haram dan syirik.

sumber : merdeka.com



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge