0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Badroni Yuzirman: UMKM Belum Layak Dikenai Pajak

Aneka produk UMKM Solo (Dok. Timlo.net/Andi Penowo)


Timlo.net — Pemerintah telah memberlakukan pengenaan pajak pada sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Kebijakan pengenaan pajak sebesar 1 persen mulai diterapkan sejak 1 Juli 2013.

Namun, kebijakan ini dinilai belum layak diterapkan. Alasannya, kondisi sektor informal saat ini belum ada yang mapan, sehingga pengenaan pajak itu justru membuat pengusaha kecil sulit berkembang.

“Pajak bisa diterapkan jika kapasitas UKM sudah terbangun. Tapi, kondisinya sekarang kan tidak demikian,” ujar Tokoh UMKM Badroni Yuzirman usai peluncuran Komunitas Memberi di Gedung PPM Manajemen, Jakarta, Rabu (18/9).

Badroni mengatakan, kondisi UKM di Indonesia ini masih sulit. Ditambah lagi, tidak banyaknya kebijakan pemerintah yang bernilai insentif semakin memperparah kondisi UKM.

Sehingga, menurut dia, jika pajak tetap diberlakukan, hal itu justru dapat mematikan UKM itu sendiri. Dia pun menyatakan sepakat pajak diberlakukan jika didampingi dengan pemberian insentif dari pemerintah.

“Insentif sendiri seperti bunga kredit yang rendah dan administrasi kredit yang mudah saja belum diberikan. Makanya, menurut saya, pajak UKM belum layak diberlakukan,” tegasnya.

Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan resmi mengenakan Pajak Penghasilan (PPh) Final 1 persen untuk UMKM dengan penghasilan maksimal Rp 4,8 miliar per tahun. Semakin kecil pendapatan, semakin ringan pula beban pajak pengusaha kecil tersebut.

Dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 46 Tahun 2013, sudah dijelaskan bahwa ada golongan pengusaha kecil yang tidak kena pajak. Antara lain pedagang makanan keliling, pedagang asongan, warung tenda di trotoar dan sejenisnya.

Menteri Keuangan Chatib Basri sebelumnya menyebut program ini banyak manfaatnya karena membuat pengusaha menengah yang tidak masuk sektor formal jadi bisa mengakses kredit perbankan, karena kena pajak. [ard]

Sumber; merdeka.com

 



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge