0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Wiranti Widyastuti Hadinoto Selalu Utamakan Keluarga

Wiranti Widyastuti Hadinoto dengan keluarga. (Dok: Timlo.net/ Istimewa)

Solo — Di usianya yang masih muda, Wiranti Widyatusti harus menggantikan sang ayah, Sumartono Hadinoto untuk memimpin salah satu perusahaan keluarga yaitu Candi Alumunium, Gypsum, Interior and Trading sejak Agustus 2009.

Ditemui Timlo.net, Selasa (17/9) siang di Candi Alumunium, Jl Ir H. Juanda 150, Solo, Ranti –sapaan akrab Wiranti Widyastuti, berbagi pengalamannya memimpin perusahaan tersebut.

Ranti sendiri sebenarnya punya cita-cita untuk menjadi seorang arsitek atau insinyur teknik sipil. Bahkan ketika lulus SMA, wanita kelahiran 29 September 1986 tersebut sudah mendaftar dan diterima di jurusan Arsitektur Universitas Kristen Petra, Surabaya.

Tapi akhirnya dia memutuskan untuk kuliah di jurusan International Business Management di universitas yang sama. Salah satu alasan kenapa dia memutuskan kuliah di jurusan itu adalah dia memprediksikan mengenai peluang kerja ke depannya. Selain itu, dia beranggapan bahwa jurusan tersebut akan menolongnya dalam membantu bisnis keluarganya.

“Bapak memang tidak pernah mengharuskan saya meneruskan bisnis keluarga. Tapi saya sadar saya adalah anak tunggal dan memiliki kewajiban tersebut,” kata Ranti.

Selama kuliah, sang ayah memang beberapa membahas masalah tersebut. Ranti sendiri merasa tidak terpaksa karena memang dia ingin meneruskan bisnis keluarga karena rasa sayangnya pada ayah dan ibu. “Kalau ada istilah family man untuk pria, maka bisa dibilang saya adalah family woman,” ujar Ranti.

Selama kuliah pun, dia memutuskan untuk mengambil spesialisasi di bidang marketing karena merasa bahwa pendidikan ini nantinya akan sangat berguna untuk meneruskan bisnis keluarga. “Selain itu, saya juga termasuk orang yang suka bertemu dengan orang-orang baru, berkenalan dan memperluas jaringan,” terang ibu dari dua anak tersebut.

Inovasi-inovasi Baru

Pada 2009, dia mulai menggantikan sang ayah untuk memimpin Candi Alumunium segera setelah lulus. Perjalanan untuk menjadi pimpinan baru bukannya tanpa kendala. “Mengelola bisnis keluarga itu berat. Terutama bila terjadi peralihan kepemimpinan ke generasi kedua, akan ada pergolakan,” terang Ranti.

Hal tersebut dialaminya saat kali pertama meneruskan posisi sang ayah sebagai pemimpin perusahaan. Pergolakan yang terjadi lebih kepada bagaimana para karyawan beradaptasi dengan gaya kepemimpinan yang baru. Selain itu, Ranti juga giat melakukan beberapa perubahan di dalam perusahaan seperti misalnya dengan melakukan komputerisasi dan membenahi pembukuan.

“Saya dan suami perlu waktu hingga dua tahun hanya untuk membuat sistem komputerisasi dan pembenahan pembukuan,” ujarnya.

Selain itu, Ranti mulai melakukan diversifikasi produk. Bila sebelumnya mereka hanya menjual aluminium dan gypsum, maka Ranti mulai menjual produk-produk seperti pemanas air tenaga surya, dan produk pelengkapan interior serta eksterior.

Dia berusaha melihat tren yang ada di bisnis yang dijalaninya saat ini. Misalnya saat ini dia melihat bahwa para customer semakin pintar dan peduli terhadap lingkungan, oleh karena itu dia berusaha untuk menawarkan produk-produk yang ramah lingkungan.

Istri dari Darmadi Hasonudin itu menyatakan bahwa dia berambisi untuk menjadikan perusahaannya sebagai perusahaan nomer satu di Solo yang menciptakan tren untuk produk interior dan eksterior.

Kagumi Sang Ayah

Wiranti mengatakan bahwa sosok yang menjadi panutannya dalam dunia bisnis adalah sang ayah. Dia mengagumi cara sang ayah, Sumartono Hadinoto, mengelola bisnis. “Saya ngefans dengan bapak. Caranya memasarkan produk tidak bisa ditiru oleh orang lain,” ujar Ranti.

Dia mengagumi kemampuan sang ayah dalam memperluas relasi dan pergaulan serta kemampuannya dalam menyakinkan orang. Selain itu, Ranti mengaku banyak prinsip-prinsipnya dalam berbisnis dan bekerja yang didapat dari sang ayah.

99 Persen Kerja Keras 1 Persen Hoki

Selain mengelola Candi Alumunium, Ranti juga menjadi owner representative untuk Black Canyon Solo Paragon Mall. Dan bulan Juli lalu, Ranti mencoba bisnis waralaba Eggie Hongkong Waffle. Dia mengaku bahwa dia memang sudah lama ingin mencoba bisnis di bidang makanan.

Kebetulan salah satu temannya juga mencoba bisnis ini dan dia melihat peluang bisnisnya bagus, maka dia memutuskan untuk mencobanya. “Salah satu filosofi yang saya pegang adalah keberhasilan hidup itu ditentukan 99 persen oleh kerja keras kita dan satu persen karena keberuntungan atau hoki. Nah saya ingin mencoba apakah bisnis ini hoki buat saya,”ujarnya.

Tetap Utama Peran Sebagai Ibu

Sekalipun memiliki kesibukan dalam dunia bisnis, Ranti tetap mengutamakan tugasnya sebagai  ibu dari dua anak. Sebagai seorang wanita, dia merasa tidak perlu untuk menyalahkan kodratnya sebagai seorang ibu. Ranti pun berusaha mengurangi kegiatan-kegiatan di luar rumah yang tidak perlu dan membuat penyesuaian-penyesuaian. “Sebelum berangkat kerja, saya membantu anak-anak untuk berangkat ke sekolah. Dan setelah jam kerja selesai, saya langsung pulang untuk menghabiskan waktu dengan anak-anak,” ujarnya.

Untuk bisnis franchise waffle yang dia tekuni saat ini pun, dia berusaha mengerjakan produksi di rumah supaya tetap bisa dekat dengan anak-anak. Memang tidak mudah menyeimbangkan peran sebagai seorang ibu, istri dan pengusaha tapi Ranti mengaku bahwa dia berusaha menjalani semuanya dengan perasaan senang.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge