0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ruhut Dijadikan Ketua Komisi III DPR, SBY Kalut sama Anas?

SBY dan Anas Urbaningrum (dok.merdeka.com)

Timlo.net — Direktur Eksekutif Lingkar Madani untuk Indonesia (Lima) Ray Rangkuti berpendapat rotasi yang dilakukan Fraksi Partai Demokrat menunjukkan sikap panik. Menurut dia, tak ada alasan cukup rasional untuk menonaktifkan dua orang dekat Anas yakni Saan Mustopa sebagai sekretaris fraksi dan mencopot Gede Pasek Suardika sebagai ketua Komisi III DPR.

“Kalau ini terlihat seperti sikap panik Demokrat. Tak ada alasan cukup rasional kecuali mengaitkannya dengan kehadirannya di deklarasi PPI (Perhimpunan Pergerakan Indonesia). Ini jelas tak elok. Sanksinya terlalu berat,” ujar Ray saat dihubungi, Jakarta, Kamis (19/9).

Menurut Ray, tidak ada aturan yang jelas bahwa kader Partai Demokrat tidak diperkenankan untuk menghadiri deklarasi ormas PPI yang merupakan bentukan Anas Urbaningrum. Mestinya ada semacam imbauan terlebih dahulu tentang ini.

Ray menegaskan, Partai Demokrat dan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) selaku ketua umum partai dan sekaligus menjabat sebagai ketua Majelis Tinggi kalut menghadapi sindiran-sindiran dan ledekan Anas Urbaningrum.

“Demokrat kalut menghadapi ledekan Anas,” tegasnya.

Lebih jauh, Ray berpendapat, rotasi yang dilakukan Fraksi Partai Demokrat seharusnya dengan argumen yang jelas dan rasional. Tidak serta merta memberikan sanksi dan terlihat arogan.

“Karena partai juga kan ada kode etik, ada peraturan, dan sebagainya. Sejatinya sebelum mereka memberi sanksi ada penjelasan umum apa sikap dan pandangan PD terhadap PPI,” jelas Ray.

“Yang melanggar itu dapat diberi sanksi yang bertahap. Tentu sesuai dengan kadar keterlibatannya di PPI. Kalau seperti sekarang memang terlihat seperti perampasan hak berdemokrasi,” tandasnya. [bal]

Sumber: merdeka.com

 



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge