0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Trap Barier System (TBS) Cara Efektif Petani Polanharjo Atasi Hama Tikus

Sistem TBS atasi tikus. (Dok.Timlo.net/ Rori)

Klaten — Hama tikus yang masih terus menyerang lahan pertanian di Klaten, terus mendapatkan perhatian khusus dari sejumlah Gapoktan di wilayah Kecamatan Polanharjo. Sebagai salah satu cara untuk mengatasi serangan hama tikus, saat ini sejumlah petani di wilayah Polanharjo mulai menerapkan Trap Barier System (TBS), yaitu dengan cara membuat pagar disepanjang pematang sawah dengan menggunakan fiber.

Namun, karena fiber harganya cukup mahal dan tidak terjangkau, beberapa petani menggantinya dengan terpal plastik (deklit), dengan harapan agar tikus tidak bisa masuk kedalam lahan yang ditanami sawah.

Sistem TBS dengan menggunakan terpal plastik (deklit) saat ini sudah diujicobakan di sawah milik Slamet Purworaharjo yang berlokasi di Desa Polan, Kecamatan Polanharjo. Hasilnya cukup lumayan, hampir tidak ada tanaman padi yang dimakan tikus. Untuk menyebarluaskan penanganan hama tikus dengan Trap Barier System (TBS) kepada petani lainnya, Rabu (18/9) digelar seminar petani di areal persawahan Desa Polan, Kecamatan Polanharjo.

Kegiatan yang diselenggarakan Paguyuban Sembada Lestari dengan dibantu oleh YIS ini bertujuan untuk menginformasikan dan mengkomunikasikan kegiatan demplot SRI dan pengendalian hama terpadu tikus yang telah dilaksanakan oleh petani dampingan kepada petani lain selama satu musim tanam April – September.

“Seminar Petani diikuti Gapktan dari 6 Desa di Wilayah Polanharjo, yaitu Daleman, Wangen, Polan, Karanglo, Kebonharjo dan Keprabon,” Ujar Ketua Paguyuban Sembada Lestari, Suprapta kepada Timlo.net, Rabu (18/9).



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge