0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Dua Pelajar Pembuang Bayi Ditangkap Polisi

Dua pasangan ABG ditangkap karena membuang bayi. (Dok.Timlo.net/ Nanin)

Boyolali — Dua pelajar SMK diamankan jajaran Reskrim Polres Boyolali, sebagai pelaku pembuang bayi berjenis laki-laki di hutan Ngaren Juwangi. Bayi yang ditemukan tewas dan kondisi membusuk tersebut ternyata hasil hubungan terlarang keduanya. Keduanya kini ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Mapolres Boyolali.

Kedua tersangka, STH (16) warga Juwangi dan PRH (16), warga Grobogan. Keduanya merupakan sepasang pelajar yang berpacaran. Keduanya diamankan petugas di rumah masing-masing setelah dilakukan penyelidikan. Terungkapnya kedua tersangka dari penemuan chip card di lokasi kejadian. Setelah dilacak, ternyata sim card milik tersangka STH.

Kasat Reskrim Polres Boyolali AKP Dwi Haryadi didampingi Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak, Aiptu Ekowati, mengungkapkan, bayi malang tersebut dilahirkan tersangka STH di rumahnya tepatnya di kamar pembantunya pada Minggu (22/9) pukul 22.00 WIB. Setelah dilahirkan, untuk menghilangkan jejak, bayi malang diletakkan di tas jinjing dan dimasukkan ke dalam tas ransel. Ironisnya lagi, mayat bayi tersebut sempat dibawa tersangka ke sekolah. Mayat bayi ditemukan empat hari kemudian dengan kondisi sudah membusuk.

“Bayinya sempat dibawa ke sekolah, baru sekitar pukul 14.00 atau sepulang sekolah, tersangka PRH mengubur bayinya sendirian di hutan Ngaren, tersangka sempat mengajak tersangka STH untuk menguburnya, namun ditolak, akhirnya berangkat sendirian,” tandas Kasat Reskrim, AKP Dwi Haryadi, Rabu (18/9).

Sementara dari hasil otopsi diketahui bayi malang tersebut meninggal karena kekurangan oksigen. Bayi tersebut dilahirkan dalam kondisi masih hidup. Hal ini berbeda dengan keterangan tersangka STH, yang mengaku saat dilahirkan sang bayi tidak menangis.

“Kita masih melakukan pendalaman dengan keterangan tersangka yang juga ibu bayi,” tandas Kasat.

Atas kasus ini, tersangka SKH dijerat dengan Pasal 341 atau 342 KUHP Jo Pasal 181 KUHP, diduga dengan sengaja menghilangkan jiwa anaknya saat atau beberapa lama sesudah dilahirkan karena takut ketahuan. Tersangka diancam hukuman maksimal sembilan tahun penjara. Sedangkan tersangka PKH dikenakan Pasal 81 UU 23/2002 tentang perlindungan anak atau Pasal 181 KUHP. Tersangka diancam hukuman penjara maksimal 15 tahun dan denda maksimal sebesar Rp 300 juta.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge