0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Parkir kok di City Walk, ya Digembok

Petugas Dishubkominfo menggembok mobil yang nekat diparkir di City Walk. (Dok.Timlo.net/ Achmad Khalik)

Solo — Belasan kendaraan yang diparkir di sepanjang City Walk Jalan Slamet Riyadi digembok oleh petugas gabungan. Hal itu dilakukan untuk memberikan efek jera kepada para pemilik kendaraan agar tidak memarkir kendaraannya di kawasan pejalan kaki yang terdapat di jalan utama Kota Solo tersebut.

Petugas gabungan yang terdiri dari Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo), Kejaksaan Negeri, Polisi, Polisi Militer dan Satpol PP Solo, mulai menyusuri area City Walk sejak pukul 11.00 WIB. Ketika ditemui ada mobil yang diparkir di kawasan tersebut, petugas langsung dengan sigap memasang gembok pada roda kendaraan yang terparkir. Usai melakukan penggembokan, petugas lalu mengeluarkan surat tilang dari kepolisian kepada pemilik kendaraan.

Tak tinggal diam, pemilik kendaraan berusaha untuk menggagalkan penggembokan tersebut. Salah satunya adalah pemilik kendaraan asal Jakarta, Sholichin. Dia mengaku belum mengetahui sosialisasi tentang pelarangan parkir di area tersebut. Bahkan dirinya juga mengeluarkan kata-kata kasar kepada petugas pemasang gembok sekaligus kepada wartawan yang meliput di area tersebut.

“Saya itu malu, kenapa ini pejabat di Solo kok sukanya disyuting-syuting seperti ini. Ini semua wartawan juga tolol. Tidak ada rambu larangan parkir kok tiba-tiba digembok dan disyuting-syuting,” ucap pria tersebut.

Sementara itu Kepala Dishubkominfo Solo, Yosca Herman Sudrajad mengatakan bahwa perlawanan yang dilakukan oleh pemilik kendaraan tersebut merupakan hal wajar. Pasalnya banyak orang yang melakukan kesalahan, namun dirinya tidak mau disalahkan. Disamping itu, tindakan tegas yang dilakukan tersebut untuk memberikan efek jera kepada masyarakat yang masih membandel memarkir kendaraan disepanjang City Walk Jalan Slamet Riyadi tersebut.

“Sosialisasi yang kita lakukan sudah sekitar dua bulan. Toh, jika terjadi perlawanan dengan dalih belum mengetahui hal itu kita anggap itu sangat tak masuk akal,” terang Yosca.

Sampai sejauh ini, pihaknya akan melakukan eksekusi terhadap kendaraan yang memarkir di area tersebut. Kendaraan yang melanggar akan ditindak sesuai aturan yang berlaku sesuai dengan Perda Nomor I Tahun 2013.

“Pemilik kendaraan yang digembok tersebut harus membayar denda Rp100.000 untuk melepaskan gembok yang terpasang. Akan
tetapi denda itu hanya untuk melepaskan gembok, sedangkan proses tilang harus diselesaikan di pengadilan,” pungkasnya.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge