0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Indonesia Kekurangan Tenaga Tehnisi Perawatan Pesawat

RAWAT PESAWAT-Seorang teknisi tengah melakukan perawatan pesawat terbang di PT Garuda Maintenance Facility (GMF) AeroAsia, Cengkareng, Jakarta (Dok. Timlo.net/Andi Penowo)

Solo —  Perkembangan industri perawatan pesawat di Indonesia tumbuh secara pesat. Namun, kendala yang dihadapi justru kurangnya tenaga terampil di bidang tersebut.

Seiring dengan naiknya kebutuhan transportasi udara, berimbas pada industri perawatan pesawat terbang. Perusahaan-perusahaan perawatan pesawat mengalami kenaikan permintaan yang cukup signifikan.

“Di tahun 2011 pendapatan yang diterima oleh Industri perawatan pesawat di Indonesia mencapai USD 850 juta. Pendapatan itu diprediksi meningkat pada 2016 nanti yang bisa mencapai USD 2 Miliar,” kata Direktur Human Capital and Corporate Affairs GMF Aeroasia, Harkandri M Dahler pada acara wisuda siswa pelatihan Basic Aircraft Structure, di Solo Techno Park, Rabu (18/9).

Pihaknya sangat optimis jika industri tersebut bisa tambah bersinar pada beberapa tahun ke depan. Saat ini saja, jumlah pesawat milik maskapai penerbangan domestik mencapai 480 unit. Dengan tingkat pertumbuhan ekonomi Indonesia di atas 6 persen, jumlah itu akan meningkat secara signifikan.

Namun sayangnya, gairah di sektor itu tidak sebanding dengan jumlah SDM yang dimiliki masing-masing perusahaan perawatan pesawat terbang. Dengan 7.500 tenaga teknisi perawatan pesawat yang ada saat ini, diklaim tidak mencukupi dengan besarnya permintaan perawatan pesawat.

Salah satu opsi yang ditempuh oleh perusahaan perawatan pesawat tersebut yakni dengan menggandeng sejumlah pihak untuk mengadakan pelatihan teknisi perawatan pesawat. Dengan menggandeng pihak ketiga, lambat laun tingkat kebutuhan tenaga perawatan pesawat bisa tercukupi.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge