0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

DPRD: Pelamar CPNS Jangan Percaya Rayuan Calo

Dedy Purnomo (Dok.Timlo.net)

Solo —  Munculnya pihak-pihak yang menjanjikan kursi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) mendapat sorotan kalangan DPRD Solo. Diketahui, Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Solo mengungkap munculnya pihak-pihak tertentu yang menjanjikan kursi CPNS kepada masyarakat dengan imbalan uang.

Wakil Ketua Komisi I DPRD Solo, Dedy Purnomo mengatakan klaim jaminan diterima CPNS hanyalah upaya pihak-pihak yang tak bertanggungjawab untuk mendapatkan keuntungan di setiap musim rekrutmen CPNS. Menurutnya, perekrutan CPNS saat ini ditangani oleh pemerintah pusat melalui pemerintah provinsi. Dengan demikian, pemerintah daerah tidak punya lagi kewenangan menangani perekrutan CPNS secara mandiri.

“Kalau ada yang mengatakan bisa menjamin diterima sebagai CPNS itu bohong. Secara teknis kan menjadi kewenangan pemerintah pusat,” kata Dedy kepada wartawan, Rabu (18/9) di gedung dewan.

Untuk itu, pihaknya menghimbau kepada masyarakat, khususnya yang berminat untuk mendaftar CPNS agar berhati-hati. “Pada prinsipnya tidak ada yang bisa menjamin diterima CPNS dengan biaya berapa pun,” jelas legislator PAN ini.

Disinggung kemungkinan oknum BKD bermain dalam upaya penipuan CPNS, Dedy mengaku tidak mempermasalahkan hal itu sepanjang tidak diketahui oleh publik. Jika diketahui bermain, dipastikan oknum tersebut akan mendapat sanksi tegas sesuai aturan yang ada.

Senada, Ketua Komisi I DPRD Solo Maryuwono menyatakan, masyarakat harus tahu bahwa penyelenggaran rekrutmen CPNS tidak lagi ditangani oleh pemkot tetapi oleh pemerintah provinsi. “Jadi, kalau ada yang menjanjikan dengan iming-iming uang jelas nggak mungkin,” tuturnya.

Lebih jauh, Maryuwono mengakui, saat perekrutan CPNS, banyak calo CPNS yang bermunculan. Hal itu baginya merupakan hal yang lazim terjadi di setiap perekrutan CPNS. Namun jika orang dalam terlibat praktek calo, pihaknya meminta adanya sanksi tegas sampai dengan pemecatan sebagai PNS.

“Kalau calonya orang dalam ya dipecat saja. Tapi kan bisa juga calonya itu orang yang hanya mencari kesempatan. Meski demikian, kami akan kordinasi dengan BKD agar tak sampai ada korban,” pungkasnya.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge