0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kasus Galabo, Masrin Hadi Mangkir dari Panggilan Eksekusi

Kantor Kejaksaan Negeri Solo (dok.Timlo.net/red)

Solo —  Terpidana Kasus Galabo mangkir dari panggilan kejaksaan, Rabu (17/9) dengan alasan sakit. Seperti diketahui, tahun 2006 lalu, mantan Kepala Disperindag Kota Solo, Masrin Hadi dan mantan Kabid Perdagangan Disperindag Kota Solo (Alm) Abdul Mutholib, terlibat kasus dugaan korupsi dana proyek pembangunan pusat jajan malam Galabo.

Saat ditemui Timlonet, (13/9), Kasi Pidsus Kejari Solo, Erfan Suprapto mengatakan, panggilan eksekusi sudah dilayangkan dua kali, tanggal 27 Agustus dan 11 September lalu, tapi kuasa hukum terpidana menyatakan bahwa kliennya belum bisa memenuhi panggilan, dengan alasan sakit, dan harus dirawat di Jakarta.

“Pada panggilan ke-2, Masrin menjawab lewat SMS, isinya menyatakan bahwa dirinya akan siap dieksekusi setelah menjalani pengobatan di Jakarta,” papar Erfan.

“Kami menerima medical recordnya 9 September lalu. Isinya, yang bersangkutan menderita penyakit jantung koroner. Tapi masih bisa menjalani aktivitas harian dengan mengonsumsi obat secara teratur,” sambungnya.

Menurut Erfan, dalam kondisi seperti itu seharusnya pihak yang bersangkutan tetap bisa dieksekusi, karena masih bisa melakukan kegiatan sehari-hari, meskipun dengan mengonsumsi obat.

Pada 2009, Masrin dan Abdul dinyatakan terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi, dengan mengajukan agenda fiktif studi banding ke Surabaya dan Bali.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge