0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Tolak Program Mobil Murah, Jokowi Surati Wakil Presiden

Jokowi dan Ahok saat wedangan di Solo, Rabu (1/8/2012) malam. (Dok.TImlo.net/ Achmad Khalik)

Timlo.net — Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo alias Jokowi, menolak program pemerintah soal mobil murah. Alasannya, membuat macet di Jakarta makin parah.

Keluhan itu akan disampaikan Jokowi pada Wakil Presiden Boediono dalam bentuk surat. Saat ini, draft surat itu sedang dikerjakan.

“Ya cuma saran kepada Pak Wapres,” kata Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di Balai Kota DKI, Rabu (18/9).

Kepada Ahok, Jokowi mengungkapkan program mobil murah dan ramah lingkungan bertentangan dengan 17 instruksi Wakil Presiden RI Boediono, untuk mengatasi kemacetan yang ditandatangani 10 September 2010 lalu. Padahal, di poin ke-13 jelas disebutkan salah satu cara mengatasi macet dengan pembatasan kendaraan.

“Yang penting kan Pak Gubernur sudah menyampaikan, kalau kami keberatan. Kalau gitu kenain saja ERP nanti, naik mobil murah enggak apa-apa asal sanggup bayar Rp 100 ribu, lewat jalan kita,” katanya.

Untuk diketahui, pada September 2010 lalu, Wapres Boediono menginstruksikan 17 Langkah Atasi Kemacetan Jakarta, yaitu:

1. Berlakukan electronic road pricing

2. Sterilkan jalur busway

3. Kaji parkir on-street disertai penegakan hukum

4. Perbaiki sarana-prasarana jalan

5. Tambah jalur busway hingga mencapai 12 koridor.

6. Untuk angkutan transportasi siapkan harga bahan bakar gas (BBG) khusus.

7. Tertibkan angkutan umum liar, terutama bus kecil yang tak efisien.

8. Optimalkan kereta rel listrik (KRL) Jabodetabek dengan re-routing, yakni hanya akan single operation

9. Tertibkan angkutan liar sekaligus tempat pemberhentiannya

10. Bangun layanan mass rapid transit (MRT) jalur Lebak Bulus-Bundaran HI

11. Bentuk Otoritas Transportasi Jakarta (OTJ)

12. Tambah jalan tolrencananya akan dibangun enam ruas jalan tambahan

13. Batasi kendaraan bermotor

14. Siapkan lahan park and ride untuk mengurangi kendaraan serta untuk mendukung penggunaan KRL

15. Bangun double-double track KRL Jabodetabek ruas Manggarai-Cikarang

16. Percepat pembangunan lingkar-dalam KRL yang diintegrasikan dengan sistem MRT

17. Percepat pembangunan KA bandara [lia]

Sumber: merdeka.com

 



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge