0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

3 Mahasiswa FK UNS Kembangkan Pengobatan Suntik Penyakit Jantung

Penelitian di laboratorium (dok.timlo.net/tyo eka)

Solo —  Penderita penyakit jantung atau Infark Miokad Akut (MIA) yang biasanya harus menjalani terapi bedah kini bisa hanya melalui pengobatan injeksi atau suntik. Pengobatan injeksi yang disebut Miracle atau Mickroenkapsulasi Hidrogel Alginat Carciac Stem Cell kini dikembangkan tiga mahasiswa semester akhir Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret (FK UNS), yakni Erma Malinda, Akhmad Miftahudin Fazri dan Ega Caesaria Pratama Putra.

Miracle merupakan pengembangan inovasi di bidang pengobatan penyakit jantung atau Infark Miokad Akut (MIA). Selain lebih efektif dan murah juga minim risiko,” jelas Erma Malinda didampingi Akhmad saat bertemu wartawan, di Kampus UNS, Kentingan, Jebres, Solo, Rabu (18/9).

Erma mengaku, ia bersama kedua temannya mengembangkan penelitian dr Indah Juliyanto SpKK (k) FADV dengan menggunakan darah tali pusat untuk pengobatan jantung.

“Kami teliti bagaimana upaya untuk memaksimalkan pemanfaatan darah tali pusat yang diproses menjadi obat yang diinjeksikan ke penderita. Dengan diinjeksi, sel punca akan memperbanyak diri dan bisa memperbaiki dinding pembuluh darah (endotel) dan otot jantung (miosit) pada penderita MIA,” jelasnya.

Sementara itu, Akhmad Miftahudin mengaku pembuatan Miracle hanya membutuhkan sekitar 2 cm tali pusat atau saluran yang menghubungkan antara bayi dan ibunya untuk setiap dosisnya. Selambatnya 36 jam dari proses persalinan, tali pusat tersebut harus segera dilarutkan dalam media cultur dan diproses lebih lanjut sehingga menjadi menyerupai serum injeksi.

“Untuk memaksimalkan proses injeksi supaya bisa sampai ke jantung, kami melakukan proses mikroenkapsulisasi atau pengkondisian supaya sel punca bisa hidup terus dan bisa meregenerasi organ jantung yang rusak pada penderita MIA,” jelasnya.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge