0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Festival di Jepang, Endah Laras Tampilkan 4 Karya

Endah Laras (dok.timlo.net/achmad khalik)

Sukoharjo — Penyanyi keroncong Endah Laras bakal tampil dalam acara Festival Indonesia yang akan digelar di Roppongi Hils Minato-ku, Tokyo, Jepang, 20-24 September mendatang.

Festival yang diadakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Kedutaan Indonesia di Jepang tersebut mengundang sejumlah seniman dari berbagai daerah sebagai ajang promosi budaya. Dalam festival tersebut, Endah Laras akan menampilkan empat karya. Di antaranya Crying of Rahwana, Terbang, Keroncong Selendang Merah dan Olah Rasa.

“Saya akan menampilkan empat karya saya dalam festival tersebut,” terang Endah Laras kepada wartawan dalam sesi Gladi Resik diadakan di Sanggar Pangruwatan, Salakan, Kartasura, Sukoharjo, Selasa (17/9) malam.

Endah mengajak serta koreografer terkenal Solo, Danang Pamungkas beserta seorang seniman musik karawitan dari Institut Seni Indonesia (ISI) Solo, Sunardi. Dalam pertunjukannya, Endah akan menampilkan musikalitas khas keroncong dipadukan dengan musik karawitan khususnya seruling dan saron. Sementara olah gerak dari penggambaran musik tersebut akan diisi oleh koreografi garapan dari Danang Pamungkas.

“Dalam festival ini saya harus menampilkan yang terbaik. Karena sebagai promosi budaya dimata dunia. Sehingga, saya juga tidak main-main memilih partner kerja saya untuk menampilkan karya saya tersebut,” tandasnya.

Bukan tanpa maksud dirinya menampilkan keempat karyanya tersebut. Menurutnya, keempat karya itu merupakan karya terbaik yang telah diciptakannya selama ini. Seperti Crying of Rahwana, yang menceritakan tentang kegelisahan Prabu Rahwana saat menghadapi bala tentara dari Sri Rama. Melihat hal itu, sang Ibu (Dewi Keikesi) melihat hal itu dan berusaha menghiburnya. Namun sayang, usaha Dewe Keikasi menghibur Rahwana kandas. Dan dirinya hanya bisa berdoa, serta berharap yang terbaik untuk kehidupan putranya itu.

“Salah satu karya saya berjudu Crying of Rahwana. Akan saya pentaskan pertama kali. Cerita ini berasal dari epos cerita Ramayana diakhir kekalahan Prabu Rahwana,” paparnya.

Sedangkan untuk pertunjukan lainnya, lanjut Endah, dirinya mengusung perpaduan musik keroncong yang diaplikasikan ke dalam gerakan-gerakan kontemporer sebagai simbolisasi dari musik tersebut.

“Untuk proses kolaborasinya membutuhkan waktu sekitar 2 bulan lebih. Festival di Jepang ini sebagai salah satu cara menunjukkan kekayaan nilai kebudayaan kita dimata internasional,” pungkasnya.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge