0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Pemkab Akan Tutup Sentra Batik Sukowati, 26 Pedagang Resah

(Ilustrasi) Aneka hasil garmen (dok.timlo.net/agung)

Sragen — Sekitar 26 penjual dan perajin batik yang menempati gedung Sentra Batik Sukowati resah. Pasalnya, Pemkab Sragen rencananya akan menutup pusat penjualan batik Sragen tersebut. Surat edaran untuk segera pindah dari lokasi tersebut telah dilayangkan ke para pedagang.

Dari informasi di lapangan,secara mendadak Pemkab Sragen mengeluarkan surat edaran untuk penutupan sentra batik.

“Surat pemberitahuan itu memang sudah disosialisasikan ke para pedagang dan pengrajin, sentra batik akan ditutup akhir September ini,” ujar salah satu penjual yang tidak bersedia disebut namanya, Selasa (17/9).

Hal senada juga dikatakan salah satu para Pedagang Kaki Lima (PKL) yang ada dilokasi sentra batik, bahwa mereka harus segera pindah lokasi.

“Soal alasan penutupan itu kami tak tahu secara pasti, namun muncul informasi sentra batik tersebut akan dijadikan kantor Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Kekayaan Aset Daerah (DP2KAD),” katanya.

Menanggapi rencana itu, Ketua LSM Lintas Sragen, Saiful Hidayat mengatakan, rencana penutupan sentra batik jelas sebagai bentuk sikap arogan Pemkab Sragen. Apalagi rencana penutupan itu sendiri dinilai sifatnya mendadak dan tidak ada dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Sragen.

“Rencana penutupan itu membuktikan Pemkab Sragen tak memiliki visi pembangunan ekonomi. Padahal selama ini sentra batik memberikan PAD yang tidak sedikit bagi Sragen,” kata Saiful.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge