0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kekeringan, Petani Jual Tanah Sawah untuk Batu Bata

Kekeringan di Klaten, petani jual tanah untuk batu bata. (Dok.Timlo.net/ Rori)

Klaten — Akibat kekeringan saat musim kemarau tahun ini, puluhan hektar sawah di Desa Jaten, Kecamatan Juwiring, Klaten tidak bisa ditanami lagi. Sebagian petani terpaksa memilih menjual tanah di lahan pertaniannya sebagai bahan baku pembuat batu bata agar tetap mendapatkan penghasilan.

Puluhan lahan pertanian milik petani itu sudah diberokan atau didiamkan sekitar 4 bulan lebih, sejak air irigasi sudah tidak sampai di daerah tersebut. Dengan menjual tanah sawah, petani pemilik lahan bisa mengantongi uang Rp 70 ribu untuk setiap ritnya.

“Setiap musim kemarau saya selalu mencari tanah sawah yang kering untuk digunakan sebagai bahan baku pembuatan batu bata,” ujar salah satu pembeli tanah asal Ceper, Suyadi (57) kepada Timlo.net, Selasa (17/9).

Sebagian petani di Desa Jaten terpaksa menjual tanah di lahan mereka yang sudah dibiarkan bero selama 4 bulan agar bisa mendapatkan uang daripada sawah dibiarkan dan tidak mendapat penghasilan apapun.

“Karena tidak ada pendapatan lagi, terpaksa saya menjual tanah sawah,” ujar salah satu petani, Hadi (60).

Selain mendapatkan penghasilan yang cukup lumayan, dengan metode penjualan tanah, lahan pertanian dinilai menjadi lebih mudah dalam mendapatkan air irigasi saat musim penghujan, karena kondisi tanah menjadi dalam sehingga air bisa dengan mudah mengalir.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge