0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Pembobol Mobil 3 Lokasi di Boyolali Diduga Sama

Sejumlah barang milik korban pembobolan mobil yang sempat dikembalikan pelaku di dekat TKP (dok.timlo.net/nanin)

Boyolali — Jajaran Polsek Boyolali Kota terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku pembobolan mobil di tiga lokasi. Pelaku diduga merupakan sindikat pemecah mobil dan melakukan aksinya lebih dari dua orang. Petugas juga menduga aksi pembobolan mobil di tiga lokasi dilakukan oleh orang yang sama.

Kapolsek Boyolali Kota AKP Taufik Oktavianto mengaku, sejauh ini modus yang dilakukan pelaku di tiga lokasi pembobolan mobil, Kantor Disdipora Boyolali di Jalan Pandanaran, Jalan Merbabu dan Jalan Merapi dengan memecah kaca mobil. Aksi yang dilakukan pelaku tergolong sangat singkat, hal ini membuktikan pelaku sangat profesional.

“Kita masih melakukan penyelidikan, mengingat modus yang dilakukan pelaku sama, kemungkinan besar ini satu komplotan,” ungkap Kapolsek AKP Taufik Oktavianto ditemui di Polsek Boyolali Kota, Selasa (17/9).

Sementara itu, tiga jam setelah kejadian, petugas menemukan barang-barang korban yang diambil pelaku dibuang di dekat lokasi pembobolan di Jalan Merbabu atau barat kantor kabupaten lama. Barang-barang tersebut diduga sengaja dibuang pelaku., berupa tiga buah tas berisi pakaian dan dompet milik korban RIza Kurniawan, pemilik mobil CRV yang dibobol di depan warung Iga Bakar Jalan Merapi. Petugas juga menemukan dompet besar milik korban Endang Srikanti.

“Barang-barang tersebut ditemukan di selokan, tiga jam setelah kejadian, pelaku hanya membawa kabur uang dan laptop milik korban,” ungkap Kapolsek.

Dijelaskan juga, barang yang dicuri dari mobil Toyota Forturner milik Endang Srikanti Handayani, calon legislatif (Caleg) DPR-RI dari Golkar daerah pemilihan V, yang dikembalikan antara lain dompet besar berikut kartu ATM BCA, lima ATM Mandiri, tiga ATM BNI, tiga ATM BRI, ATM BII, dua ATM CIMB Niaga, cek BRI, buku tabungan, serta sejumlah STNK mobil mewah dan buku tabungan.

“Yang diambil hanya uang tunai yang terdiri dari uang senilai 5.500 dolar Amerika, 500 Euro, 5000 dolar Hongkong, serta uang Rp 20 juta, total senilai Rp 120 juta,” jelas Kapolsek.

Terkait maraknya kasus pencurian dengan modus pecah kaca mobil ini, Kapolsek menegaskan pihaknya terus berupaya memburu pelaku. Hingga saat ini, pihaknya juga terus melakukan penyelidikan, termasuk menyebar anggota dan memintai keterangan saksi-saksi. Pihaknya juga meminta warga untuk tidak meninggalkan barang berharga didaam mobil saat parkir, diduga pelaku masih berkeliaran di wilayah Boyolali.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge