0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Besok, Festival Kirab Dewa Bumi di Pasar Gede

Atraksi Barongsai merayakan Hari Lahir Dewi Kwan Im. (Dok.Timlo.net/ Achmad Khalik)

Solo — Klenteng Tien Kok Sie, Pasar Gede, Solo akan menggelar Festival Kirab Dewa Bumi, Rabu (18/9) siang. Kirab tersebut merupakan simbol rasa syukur umat Tiongkok atas berkah yang diberikan Dewa Bumi kepada mereka selama setahun ini. Penyelenggaraan perayaan kirab didasarkan pada Hari Raya Thio Ciu dalam hitungan penanggalan Imlek.

Staf Humas Klenteng Tien Kok Sie, Liang Hong Siang megatakan, dalam keyakinan penganut Tri Darma, Dewa Bumi dianggap juga sebagai dewa pemberi rejeki. Selain itu, juga dianggap sebagai dewa pelindung.

“Bagi para pedagang, Dewa Bumi itu juga dianggap sebagai pemberi rejeki. Bagi masyarakat luas, Dewa Bumi itu adalah pelindung,” ujar Liang Hong Siang, Selasa (17/9) siang.

Dijelaskan, dalam kirab tersebut juga akan dimeriahkan dengan pertunjukan seni keroncong oleh para pedegang Pasar Gede dan warga Sudiroprajan. Tak ketinggalan, atraksi Barongsai serta Liong akan memeriahkan kirab tersebut. Disinggung tentang peserta yang akan mengikuti kirab tersebut, diungkapkan, tak kurang dari 500 orang akan mengikuti arak-arakan Festival Kirab Dewa Bumi.

Selain acara kirab, pihak klenteng juga telah mempersiapkan sebanyak 80 kue Bulan bagi para pengunjung klenteng yang beruntung. Namun sebelumnya, pengunjung harus bertanya kepada dewa terlebih dahulu dengan menggunakan kayu Tao yang berbentuk seperti biji mete.

“Jadi nanti pengunjung silahkan bertanya pada dewa dengan sepasang kayu ini, caranya dengan dijatuhkan. Kalau posisinya nanti yang satu terbalik dan yang satu tertutup itu berarti ‘iya’. Dan dapat satu kue Bulan,” terangnya.

Makna dibalik kue Bulan itu sendiri adalah untuk memberi penerang dalam kehidupan. Selain itu juga digunakan sebagai sajian khas yang khusus dibuat untuk menghormati Dewa Bumi.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge