0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Baru Dibuka, Job Fair Market Langsung Diserbu Pencari Kerja

(Ilustrasi) Job Market Fair (dok.timlo.net/daryono)

Solo —  Ratusan pencari kerja memadati Graha Wisata Niaga, Selasa (17/9). Kedatangan mereka untuk mengajukan lamaran dalam Job Fair Market (JFM) 2013 yang diselenggarakan Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Solo.

Pantauan Timlo.net di lokasi JFM, para pencari kerja mulai berdatangan sejak pukul 08.00 WIB. Meski JFM baru dibuka pukul 10.00 WIB, para pencari kerja tetap menunggu sambil melihat formasi lowongan perusahaan peserta JFM yang ditempel di teras Graha Wisata Niaga. Menjelang siang, jumlah pencari kerja yang datang semakin bertambah.

JFM 2013 dibuka secara resmi oleh Wakil Walikota Solo Achmad Purnomo. Dalam sambutan Walikota yang dibacakan Wawali, disampaikan, persoalan yang membelit dunia kerja adalah tidak seimbangnya jumlah pencari kerja dengan jumlah lowongan pekerjaan yang tersedia. Oleh karena itu, Pemkot mendorong adanya investasi yang mengakomodir serapan tenaga kerja di Solo.

Ditambahkan, JFM merupakan salah satu bentuk faslitasi pelayanan publik dalam bidang ketenagakerjaan. Pihaknya akan berupaya agar JFM tidak hanya diselenggarakan setahun sekali. “Kita dorong supaya lebih dari sekali dalam satu tahun. Tentunya dengan melihat anggaran yang ada,” katanya.

Sementara, Kepala Dinsosnakertrans Solo Rahmat Sutomo mengatakan, pihaknya bekerjasama dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Solo dalam penyelenggaraan JFM kali ini. Sebanyak 47 perusahaan menyediakan 5.460 lowongan pekerjaan.

“Perusahaan yang berminat ikut JFM sebenarnya mencapai 70 perusahaan. Tetapi kami seleksi dan hasilnya 47 perusahaan regional di Jawa tengah. Untuk perusahaan nasional memang belum ada. Akan kami upayakan di JFM tahun depan,” jelasnya.

Salah seorang pencari kerja asal Karanganyar, Arif Roh Emad mengatakan, dirinya mencari formasi untuk pekerjaan tehnik. Sayangnya lowongan tehnik tidak tersedia. “Saya baru lulus DIII tehnik sipil. Ternyata lowongan sesuai kemampuan saya tidak ada. Mungkin mendaftar untuk bidang pekerjaan lain, tetapi saya masih pikir-pikir,” ungkapnya.

Berbeda dengan Arif, pencari kerja asal Boyolali, Edi Kurniawan mengatakan memasukkan lamaran untuk pekerjaan operator di sebuah perusahaan tekstil. “Saya pilih mencari kerja di sini yang dekat dengan rumah,” ujar Edi yang sebelumnya sempat bekerja di pabrik plastik di Bekasi.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge