0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

PT INTI Berhenti Produksi Ponsel Lokal, Dahlan Prihatin

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Dahlan Iskan (Dok. Timlo.net/Andi Penowo)

Timlo.net — Menteri BUMN Dahlan Iskan mengaku prihatin berhentinya PT INTI memproduksi ponsel pintar. PT INTI terpaksa berhenti produksi lantaran terkena pajak yang cukup tinggi. Menurut Dahlan, pemberlakuan pajak membuat perusahaan di bawah naungan BUMN ini sulit bertahan.

“Ya, itu yang kita prihatin. Bahwa industri kita dalam negeri sulit di bidang-bidang tertentu. Sulit bertahan dan sulit maju karena perlakuan pajak yang seperti itu,” ujar Dahlan di Jakarta, Selasa (17/9).

Menurut Dahlan, pemerintah terkesan memberi perlakuan yang berbeda antara produk luar negeri dengan dalam negeri. Pemerintah bahkan rela menghilangkan pungutan impor untuk barang jadi dari luar negeri. “Jadi orang impor ponsel dengan bungkus dan kartonnya sekalian tanpa pajak. Sementara kalau mau bikin ponsel di dalam negeri, impor suku cadang pakai pajak. Pasti itu tidak bisa bersaing,” terang Dahlan.

Selanjutnya, Dahlan menerangkan, kondisi yang dialami oleh PT INTI ternyata juga terjadi pada BUMN yang bergerak di sektor lain. “Itu tidak hanya di ponsel, di permesinan juga begitu. Seperti Boma Bisma Indra, Barata. Semua mengalami itu,” ungkap dia.

Padahal, Dahlan merasa yakin jika produk ponsel pintar yang dihasilkan PT INTI sebenarnya dapat bersaing dengan produk dengan merek kenamaan seperti Samsung. Namun demikian, semua terhambat karena persoalan pajak. “Bisa (bersaing dengan Samsung). Kalau masalah perpajakannya bisa diatasi, kita harus bikin itu,” pungkas Dahlan. [idr]

Sumber: merdeka.com

 



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge