0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Umar Hasyim : Munculnya Hatta-Jokowi Bukan Resmi Suara Partai

Nama Hatta Rajasa (Capres) dan Jokowi (Cawapres) muncul dalam acara temu kader PAN di Solo (dok.timlo.net/daryono)

Solo — Dewan Pimpinan Derah (DPD) II Partai Amanat Nasional (PAN) Solo menyatakan munculnya nama Hatta Rajasa – Joko Widodo sebagai pasangan calon presiden dan wakil presiden dalam acara Hari Ulang Tahun (HUT) PAN ke 15 bukanlah suara resmi partai.

Ketua DPD II PAN Solo, Umar Hasyim mengatakan munculnya nama Hatta-Jokowi dalam acara yang dihadiri Ketua Majelis Pertimbangan Partai (MPP) PAN, Amien Rais itu hanya merupakan kreasi dari salah seorang pengurus DPD II untuk memeriahkan acara.

“Itu kan hanya kreasi dari Wakil Ketua DPD PAN Solo Bambang Saptono. Jadi kalau secara resmi tidak bisa kalau PAN Solo mengungsung nama Jokowi untuk mendampingi Hatta Rajasa,” kata Umar, Senin (16/9).

Disampaikannya, proses penentuan pasangan Capres-Cawapres membutuhkan mekanisme yang panjang dan tidak asal-asalan. Karena bukan suara resmi partai, maka usulan nama Hatta- Jokowi pun tidak akan ditindaklanjuti oleh DPD II ke DPD I atapun DPP PAN.

Menurut Umar, PAN tetap dalam keputusan semula yakni mengusung Ketua Umum PAN Hatta Rajasa sebagai capres dengan catatan partai berlambang matahari ini memperoleh suara minimal doble digit. Jika tidak tercapai, partainya memilih realistis dengan menempatkan Hatta sebagai cawapres.

“Kami targetkan untuk pemilu 2014 perolahan suara minimal dua digit. Tetapi jika tidak tentu akan berkoalisi,” pungkas dia.

Sebelumnya, Wakil Ketua DPD II PAN Solo, Bambang Saptono mengatakan munculnya nama Hatta-Jokowi merupakan suara akar rumput PAN Solo. Usulan nama itu akan diteruskannya ke DPP PAN.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge