0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Warga Bangun Jembatan Darurat Hasil Bantuan Pemkab

Jembatan darurat. (Dok.Timlo.net/ Nanin)

Boyolali — Warga Kecamatan Juwangi Boyolali kini tidak perlu lagi memutar jauh untuk menuju ke Solo dan Sragen. Pasalnya, jembatan Jerukan yang menjadi andalan waga sudah dibangun jembatan darurat.

Pembangunan jembatan darurat Jerukan di Juwangi, sebagai pengganti jembatan permanen Jerukan yang ambrol beberapa bulan lalu, kini telah dimulai. Jembatan darurat itu dibangun persis di samping Jembatan Jerukan permanen yang runtuh akibat diterjang air pasang Sungai Serang, awal April lalu.

Widi, pelaksana proyek jembatan darurat , menjelaskan, ditargetkan pada Oktober mendatang, proses pembangunan jembatan darurat yang didanai oleh Pemkab itu sudah selesai. Sehingga akses jalan dari Juwangi ke Solo ataupun Sragen dapat kembali pulih.

Jembatan darurat tersebut, jelasnya, dibangun dengan menggunakan batang pohon kelapa atau glugu sebagai tiang pondasi. Untuk alasnya, menggunakan papan dari kayu kruwing setebal 3 cm.

“Sebelum jembatan darurat ini dibangun, warga sudah membangun jembatan secara swadaya, hanya saja jembatan hanya bisa dilalui kendaraan roda dua, sedangkan untuk roda empat tidak bisa melintas,” ungkap Widi ditemui di lokasi, Senin (16/9).

Warga Juwangi sendiri menyambut gembira pembangunan jembatan darurat. Salah satunya Atmo (51), berharap pembangunan jembatan darurat tersebut bisa segera rampung sehingga warga tidak lagi menderita jika harus pergi ke Solo. Dijelaskan, lantaran jembatan permanen Jerukan ambrol beberapa bulan lalu, selama ini warga yang ingin bepergian dengan kendaraan umum ke Solo harus rela menunggu di seberang jembatan atau depan Balai Desa Jerukan. Setelah itu, baru naik bus ke Solo.

“Jembatan Jerukan ini merupakan akses tercepat menuju ke Solo, kita berharap, pembangunan jembatan tersebut bisa dikebut. Demi akses warga di sini.” Imbuhnya.

Pemkab Boyolali sendiri berjanji bakal segera membangun jembatan darurat. Menurut Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Energi Sumber Daya Mineral (DPU dan ESDM) Boyolali, Cipto Budoyo, pihaknya sudah mendapatkan persetujuan dari DPRD untuk membangun jembatan darurat dengan anggaran sekitar Rp 200 juta.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge