0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Sinden PB XII Ditemukan Meninggal

Pesinden Keraton Solo meninggal. (Dok.Timlo.net/ Achmad Khalik)

Solo — Mantan pesinden Keraton Kasunanan Surakarta, Sujirah alias Mbah Jiwo tutup usia. Mbah Jiwo ditemukan sudah meninggal oleh warga setempat di rumahnya Wirengan, RT. 2, RW IV, Kelurahan Baluwarti, Kecamatan Pasar kliwon, Solo sekitar pukul 11.00 WIB.

Ketua RT setempat, Santoso mengatakan, Mbah Jiwo yang telah berusia 85 tersebut hidup sebatang kara dan dirawat warga setempat hingga akhir hayatnya sejak setahun lalu. Semasa sakit, Mbah Jiwo juga sempat dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Moewardi, Jebres, Solo oleh Palang Merah Indonesia (PMI) Solo dan dipulangkan setelah kesehatan membaik.

“Sejak beberapa tahun kemarin, Mbah Jiwo hidup sebatang kara dan dirawat oleh warga,” terang Santoso.

Diceritakan Santoso, sinden yang pernah tampil di Istana Negara masa Pemerintahan Bung Karno itu diketahui meninggal dunia tadi siang sekitar pukul 11.00 WIB. Diduga, meninggalnya Mbah Jiwo tersebut karena sakit yang telah dideritanya selama bertahun-tahun.

“Setelah mendengar kabar meninggalnya Mbah Jiwo, kami langsung melaporkan kepada pihak Keraton Kasunanan Solo. Dan melakukan prosesi pemakaman ala kadarnya sebelum dimakamkan di tempat pemakaman umum (TPU) Daksinoloyo Danyung, Kabupaten Sukoharjo,” terang Santoso.

Ditempat yang sama, Lurah Baluwarti, Didik Wahyudi mengatakan Mbah Jiwo tidak mempunyai sanak saudara di di kampung tersebut. Hanya saja, dulu pernah ada seseorang yang menjenguk beliau dan menitipkan sejumlah uang untuk keperluannya. Setelah Mbah Jiwo masuk pemberitaan dan banyak yang memperhatikan, orang tersebut tidak tampak lagi.

“Dulu pernah ada seseorang yang menitipkan Mbah Jiwo kepada pihak kelurahan. Namun, sekarang sudah tak nampak lagi,” terangnya kepada wartawan.

Dari pengakuan orang tersebut, lanjut Didik, pihaknya mengetahui bahwa Mbah Jiwo merupakan Sinden era PB XII sekaligus Abdi Dalem Keraton Kasunanan Solo.

“Orang tersebut bercerita bahwa Mbah Jiwo dulunya merupakan salah seorang sinden terkenal era PB XII. Dari sanalah kita tahu Mbah Jiwo. Lalu tak berapa lama, PMI mengambil alih untuk pengobatan Mbah Jiwo beberapa bulan yang lalu. Setelah beliau sehat dan pulang kerumahnya, Mbah Jiwo dirawat lagi oleh warga setempat hingga akhir hayatnya,” pungkas Didik.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge