0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Harga Sayur Naik Turun, Pedagang Bingung

Pedagang sayuran di pasar tradisional (Dok.Timlo.net/ Nanin)

Boyolali — Sebulan terakhir harga sayuran di Pasar Cepogo Boyolali tidak stabil, naik turun. Kondisi ini membuat bingung pedagang besar dan pedagang eceran. Mereka harus memantau harga sayuran setiap harinya. Sementara bagi pedagang sayur eceran tidak berani kulakan dalam jumlah besar.

Ketidakstabilan harga sayuran salah satunya disebabkan stock sayuran yang tidak bisa stabil. Bila stock sayuran banyak, maka harga sayur dipastikan akan mengalami penurunan harga, begitu pula sebaliknya.

“Tidak berani kulakan dalam jumlah besar,belinya sedikit-sedikit saja,takut kulakan hari ini harganya tinggi, besok harga turun,takut rugi,” ungkap pedagang eceran asal Bakulan Cepogo, Nashari, Senin (16/9).

Selain pedagang eceran, pedagang besar juga resah dengan tidak stabilnya harga sayuran. Sutiyah misalnya, mengaku jika harga tidak segera stabil tentu akan merugikan pedagang. Menurut Sutiyah, fluktuasi harga sayuran ini dipicu stok sayuran yang ada di tingkat petani. Kondisi kemarau yang minim curah hujan, membuat panen sayuran petani tidak terjadwal.

“Saat ini stok sayuran malah dari dari luar Selo dan Cepogo, kebanyakan berasal dari Magelang atau dari Kopeng,” jelas dia.

Sementara itu pantauan harga saat ini di Pasar Sayur Cepogo, harga wortel berkisar antara Rp 4000-8000/kg, kemudian tomat berkisar antara Rp 2.500-8000/kg, brokoli Rp 7000/kg, dan paling mahal yakni harga bawang merah yang mencapai Rp 30 ribu hingga 35 ribu/kg.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge