0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Bupati Meminta Kades Belajar Pidato

Bupati Sragen Agus Fatchur Rahman memberikan ucapan selamat kepada para kepala desa yang baru saja dilantik, Senin (16/9). (dok.timlo.net/agung)

Sragen – Bupati Sragen Agus Fatchur Rahman meminta para kepala desa (Kades) yang baru dilantik untuk belajar komunikasi dan pidato. Menurut bupati, seorang kepala desa sewaktu-waktu bisa diminta untuk memberikan sambutan baik dalam acara resmi atau tidak resmi.

Hal tersebut dikatakan Bupati Agus saat memberi sambutan usai melantik 28 Kades, Direktur Utama (Dirut) dan Direktur Perusahaan Daerah Badan Kredit Kecamatan (PD BKK) Tanon Kabupaten Sragen, di Pendopo Somanegaran, Senin (16/9).

“Jadi kepala desa itu harus siap sewaktu-waktu diminta memberi sambutan. Jika di tempat jagongan (hajatan, Red) dan orang meninggal dunia anda harus siap memberi sambutan. Belajarlah pidato, belajar bahasa yang bagus terutama bahasa Jawa,” ujar Agus.

Di sisi lain Agus berharap, setelah mereka resmi dilantik menjadi Kades harus konsens dengan pekerjaannya dan mendukung progam-program yang telah ditetapkan oleh Pemkab Sragen. Seperti keberadaan Unit Pelayanan Terpadu Penanggulangan Kemiskinan (UPT-PK) yang sasarannya adalah seluruh warga miskin di Kabupaten Sragen.

“Saya minta anda sumbut dengan janji-janji ketika akan mencalonkan Kades, dan sekarang anda sudah resmi jadi Kades. Jadi bukan jabatannya yang hebat, tapi orang dibalik jabatan itu yang hebat. Tanggung jawabnya itu yang penting. Anda harus tahu program Pemkab Sragen. Perhatikan orang miskin, entah dulu milih saudara atau tidak harus diperhatikan semua,” kata Bupati Agus.

Agus memahami bahwa perjuangan untuk mencapai jabatan kades tidaklah mudah. Hanya demi mencapai jabatan tersebut para calon kades rela menempuh segala upaya. Mulai dari menjual tanah sampai pergi ke orang pintar (dukun) agar keinginannya berhasil.

“Saya paham benar, ketika mencalonkan jadi kades ada yang jual sawah dan pergi ke orang pintar. Itu wajar, tidak apa-apa, yang penting jalan yang anda tempuh tidak melanggar norma dan agama,” ujarnya.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge