0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

BPBD akan Dirikan Posko Jaga di Wilayah Boyolali Utara

dok.timlo.net/nanin
Sejumlah petugas terpaksa mendorong mobil pemdam kebakaran (Damkar) yang mogok (dok.timlo.net/nanin)

Boyolali — Jumlah mobil pemadam kebakaran yang dimiliki Badan Penanggulangan Bencana Daerah Boyolali masih jauh dari ideal kebutuhan antisipasi bencana kebakaran. BPBD berencana mendirikan posko jaga di wilayah Boyolali Utara yang selama ini tidak terjangkau Damkar.

Kepala BPBD Boyolali, Suyitno mengungkapkan, sesuai dengan ketentuan idealnya satu mobil Damkar membawahi wilayah manajemen kebakaran (WMK) radius 7,5 km dengan respons time 15 menit dari waktu panggilan darurat. Sehingga dengan luasan wilayah Boyolali, idealnya butuh 5-6 mobil Damkar. Sedangkan BPBD saat ini hanya memiliki empat Damkar, satu Damkar bahkan kondisinya sudah rusak.

“Kita hanya memiliki empat Damkar, satu tidak bisa digunakan karena rusak,” ungkap Suyitno, Senin (16/9).

Selain itu untuk setiap kali upaya pemadaman, setidaknya membutuhkan dua mobil Damkar, yang bertugas sebagai pemadam dan satunya sebagai mobil suplai air. Sehingga diakui Suyitno, keberadaan Damkar saat ini masih cukup minim. Dijelaskan juga, kejadian kebakaran di wilayah Boyolali utara selama ini jarang terjangkau Damkar.

Diharapkan dengan adanya posko jaga tersebut, kasus kebakaran yang terjadi di sana dapat segera dapat diantisipasi. Pasalnya, selama ini posko Damkar hanya ada menjadi satu dengan Kantor BPBD. Sehingga dibandingkan dengan WMK, seringkali mobil Damkar hanya dapat melakukan pendinginan sisa bara kebakaran, sementara rumah yang terbakar terlanjur ludes jadi arang.

Sementara itu terkait kekurangan jumlah mobil Damkar, Suyitno mengakui untuk pengadaan satu unit sudah cukup mahal yakni mencapai Rp 1,5 miliar. Terkait ini pihaknya berencana mengajukan bantuan anggaran ke sejumlah kementerian, yakni Kemendagri dan Kementrian PU.

“Tapi kita tidak hanya kekurangan armada, jumlah personil juga minim karena idealnya satu Damkar berisi sembilan personil, sementara saat ini personilnya hanya 38 orang saja,” tandas Suyitno singkat.

Kurniawan Fajar P, Kasi Kedaruratan BPBD Boyolali menambahkan, sementara sembari menunggu bantuan anggaran dari pusat, pihaknya berupaya untuk recovery Damkar yang rusak. Pasalnya, dibandingkan dengan pengadaan baru yang cukup mahal, upaya recovery menurut dia masih terjangkau.

“Akan kami recovery menjadi mobil tangki untuk suplai air saat pemadaman kebakaran, jatuh harganya tidak sampai sepertiga mobil baru,” imbuh dia.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge