0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Sepak Bola Indonesia

Solo (Masih) Sebatas Tuan Rumah

Para pemain Persis mulai pemanasan di Stadion Manahan, sesaat sebelum duel melawan PSS Sleman, Rabu (4/9) sore (dok.timlo.net/aryo yusri atmaja)

Solo — Ingar bingar pertandingan final sepak bola Indonesia di kompetisi Divisi Utama, selalu dihelat di Kota Solo setidaknya dalam kurun waktu empat tahun terakhir. Stadion Manahan selalu ditunjuk menjadi saksi tim-tim terbaik di kasta kedua, mulai dari semifinal hingga akhirnya menentukan sang juara.

Yang masih hangat adalah Bajul Ijo Persebaya Surabaya yang mengandaskan Perseru Serui di partai puncak. Ribuan Bonek pun tumpah ruah berpesta menyambut tim kebanggaannya merengkuh gelar juara sekaligus tiket ke kasta tertinggi ISL musim depan.

Lantas bagaimana dengan Persis Solo, yang empunya pemilik Stadion termegah di provinsi Jawa Tengah itu? Ya, selama empat musim terakhir PT Liga Indonesia selalu menunjuk Stadion Manahan untuk menjadi saksi bisu para kampiun Divisi Utama.

Musim 2010, Persibo Bojonegoro keluar sebagai juara di level ini. Kemudian musim 2011, giliran Laskar Sultan Agung Persiba Bantul yang mencicipi manisnya juara. Setahun kemudian, tim asal Kalimantan Barito Putra keluar sebagai juara mengalahkan Persita Tangerang. Dan yang terakhir Persebaya mengandaskan Perseru.

Selama empat tahun pula Persis Solo hanya berkesempatan menjadi tempat penyelenggara, sekaligus menyaksikan selebrasi klub-klub lain mengangkat trofi. Tentunya pecinta sepak bola di Kota Bengawan tak ingin selalu hanya menjadi penonton menyaksikan klub-klub lain berpesta di Solo.

“Sungguh ironis dan krisis sepak bola Solo. Ini jelas perlu penanganan serius, bila ingin mengikuti jejak prestasi klub-klub itu,” beber mantan Ketua Umum Persis, FX Hadi Rudyatmo kemarin.

Untuk mewujudkan Persis Solo menjadi klub berprestasi, pria yang akrab disapa Rudy ini meminta adanya pembenahan signifikan di tubuh klub berjuluk Laskar Sambernyawa. Rudy menyorot kinerja manajemen Persis Solo yang masih amburadul untuk menyiapkan tim yang benar-benar kuat.

“Banyak sekali yang harus dibenahi di Persis. Manajemen pengelolaan, manajemen promosi, dan yang paling penting adalah pendanaan. Faktor-faktor tersebut yang dibutuhkan Persis untuk bisa berprestasi lagi,” lanjut Rudy.

“Kami juga akan mengajak para pengusaha untuk bisa lebih mendorong maju dunia olahraga di Solo, dengan cara menjadi sponsor,” imbuh Rudy.

Adanya penyatuan Persis Solo musim depan, pun disambut baik oleh Walikota Solo ini. Bahkan dirinya akan menunjuk orang-orang di luar “dua kubu” Persis Solo selama ini, untuk mengurus Persis musim depan.

“Soal rekruitmen manajemen baru termasuk pemain, akan saya gunakan orang luar dari dua kubu. Suka tidak suka, itu pasti ada dan akan terjadi. Yang pasti, nanti harus mencari orang luar,” tandasnya.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge