0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Tampil di SIPA 2013, Paundrakarna Bawa ‘Bidadari Genit’

GPH Paundrakarna. (Dok.Timlo.net/ Achmad Khalik.)

Solo — Perhelatan Solo Internasional Performing Art (SIPA) 2013 makin mendapat tempat dari pegiat seni di Indonesia maupun dunia. Acara yang diadakan mulai 20-22 September tersebut dirasakan begitu singkat. Sehingga banyak seniman lokal Solo yang terpaksa mengantre untuk tampil di gelaran tingkat internasional tersebut.

“Ada 19 penampil dalam negeri yang menawarkan diri, hanya 8 yang bisa kita ikutkan tahun ini, sisanya mengantri untuk tahun berikutnya,” ujar Ketua Panitia SIPA 2013, Irawati Kusumorasri dalam jumpa pers di Sekretariat SIPA, Jl Kedasih No. 22 Kerten, Laweyan Senin (16/9).

Untuk penampil Kota Solo, pihaknya memilih Putra Mangkunegara IX, yakni GPH Paundrakarna Sukmaputra Jiwanegara. Dipilihnya Paundra dalam acara tersebut karena Paundra dirasa mampu menyajikan sebuah seni khas dari Kota Solo. Sekaligus dirinya juga pernah menjadi Maskot SIPA 2011.

“Untuk penampil Kota Solo, kami memilih GPH Paundrakarna. Dipilihnya beliau karena kami merasa yakin bahwa dirinya mampu menampilkan sajian khas dari Kota Solo,” terang cucu Proklamator ini.

Paundra, yang turut hadir dalam jumpa pers tersebut mengatakan dirinya akan menampilkan karyanya berjudul Bidadari Genit yang mengadaptasi cerita legenda Joko Tarub dan para bidadarinya. Dalam tarian ini, para bidadari akan menyentil, mengkritik dan menghimbau masyarakat untuk menumbuhkan dan menjaga jiwa nasionalisme di dalam dirinya.

“Saya akan menampilkan sebuah tarian berjudul Bidadari Genit yang saya adopsi dari cerita Jaka Tarub,” ucapnya.
Tarian Bidadari Genit karya Paundra ini menjadi gambaran umum seperti apa penampilan dari para performer, yaitu mengadaptasi legenda dari daerah masing-masing. Tetapi, ada tiga penampil yang tidak mengikuti pakem tersebut, yakni Jepang, Swedia dan Inggris.

Sementara, penampil lainnya dari dalam negeri selain Kota Solo diantaranya, Sanggar Seni Tanadoang (Sulawesi), Padnecwara (Jakarta), Nan Jombang (Sumatera Barat), Sanggar Lungun (Aceh), Wayang Ajen (Jawa Barat), Sanggar Tarara (Madura), dan Dinas Kebudayaan Jakarta Utara.

Sedangkan penampil dari luar negeri diantaranya Virpi Pahkinen (Swedia), Noreum Machi (Korea Selatan), Zhuhai Hansheng Art (China), Dance Theatre Ludens (Jepang), Kiran Rajagopalan (India), Laura Krifman (Inggris) dan University Sabah Malaysia (Malaysia).



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge