0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Peringkat Solo di New 7 Wonders Cities Anjlok

Solo – Peluang Kota Solo untuk memenangi ajang pemilihan tujuh kota ajaib di dunia (New 7 Wonders Cities) tampaknya semakin kecil. Pasalnya, peringkat Solo yang sempat masuk sepuluh besar zona Asia Tenggara dan Oseania justru turun drastis ke peringkat 28.

Solo dan Jakarta merupakan dua kota di Indonesia yang masuk nominasi New 7 Wonders Cities. Saat Timlo.net membuka situs resmi new7wonders.com, Senin (16/9), Solo berada di peringkat 28 zona Asia Tenggara dan Oseania. Sementara, Jakarta justru berada di atas Solo yakni di urutan 20. Padahal babak pertama kontes tersebut akan ditutup pada 7 Oktober mendatang.

Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Solo, Yosca Herman Soedrajat mengatakan, pihaknya telah berupaya maksimal melakukan sosialisasi di sekolah-sekolah untuk mendongkrak Kota Solo dalam ajang New 7 Wonders Cities .

“Perkembangan akhir-akhir ini terutama kegiatan pariwisata yang akhir-akhir ini menunjukkan perkembangan yang kurang menggembirakan. Itu sangat kita sayangkan. Saya pikir itu (penyebabnya),” ujar Herman kepada wartawan, Senin (16/9) di kompleks Balaikota.

Ditambahkan, pihaknya juga telah mengajak bloger-bloger di Solo untuk mendongkrak posisi Solo. Namun, kondisi pariwisata Solo akhir-akhir ini yang kemudian mengurangi upaya branding yang dilakukannya.

Kedepan, pihaknya akan kembali menggenjot lagi peringkat Solo di New 7 Wonder Cities. “Akan kita lakukan kembali sosialisasi di SMA, CFD dan juga mengikutsertakan bloger di Solo,” imbuhnya.

Meski waktu yang tersisa hanya sampai 7 Oktober, Herman mengaku optimis Solo kembali naik peringkat. “Setidak-tidaknya lima besar lah. Targetnya dulu itu,” terangnya.

Terpisah, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Solo, Widdi Srihanto mengatakan kualitas event di Solo tidak bisa dijadikan penyebab anjloknya peringkat Solo di New 7 Wonders Cities. Dicontohkannya, beberapa event budaya seperti Solo Keroncong Festival dan Solo Batik Fashion cukup menunjukkan kualitas.

“Disbudpar mainnya di event. Kalau New 7 Wonder Cities, kita butuh kerjasama dengan dinas yang lain. Kita nggak bisa kerja sendiri, kita berharap kerjasama dengan yang lain,” pungkas dia.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge