0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

7 Sanggar Seni Solo Ikuti Festival Wayang Bocah

Salah satu adegan salah satu peserta Festival Wayang Orang Bocah di Gedung Wayang Orang Sriwedari, (Dok.Timlo.net/ Achmad Khalik)

Solo — Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Surakarta menyelenggarakan Festival Wayang Bocah di Gedung Wayang Orang (GWO) Sriwedari, Senin-Selasa (16-17/9). Festival yang rutin diadakan tiap tahun tersebut sebagai wujud Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta peduli terhadap kelestarian dan regenerasi budaya, khususnya wayang orang.

“Diadakannya Festival Wayang Bocah ini untuk menumbuhkan bibit-bibit baru dalam dunia kesenia, khususnya wayang orang. Seperti yang kita ketahui bahwa Kota Solo terkenal dengan budaya dan keseniannya, salah satunya adalah seni wayang orang yang telah ratusan ada ada di Kota ini,” ucap Kepala Bidang Seni Budaya, Ekowati mewakili Kepala Disbudpar Kota Surakarta dalam jumpa pers yang diadakan di Joglo Sriwedari, Minggu (15/9).

Dijelaskan, festival yang melibatkan sebanyak tujuh sanggar seni dan kelompok kesenian di Kota Solo tersebut akan mengangkat lakon tentang Mahabarata mapun Ramayana. Meski begitu, pihak panitia juga tidak akan membatasi kreativitas peserta untuk membuat lakon carangan (kreasi), namun harus tetap bersumber pada kedua lakon diatas.

“Lakon yang ditampilkan bercerita tentang Mahabarata dan Ramayana. Tapi kita tidak membatasi apabila ada kreasi-kreasi atau modifikasi dari lakon tersebut. Selama masih bersumber dari cerita Mahabarata atau Ramayana, maka sah-sah saja,” terang Ekowati.

Rencananya, para peserta Festival Wayang Bocah akan ditampilkan di Kawasan Benteng Vastenburg pada hari Rabu (18/9) malam. Selain menampilkan pentas wayang orang kolaborasi dari seluruh sanggar juga akan diumumkan pemenang dan penyerahan penghargaan oleh Walikota Surakarta.

“Kali ini kita akan membawa Festival Wayang Bocah keluar dari GWO Sriwedari. Selain untuk menghibur masyarakat juga untuk mengenalkan Festival tersebut kepada masyarakat luas. Jadi tak hanya kalangan seniman saja yang menikmati, tapi masyarakat juga ikut terhibur,” ungkapnya.

Terkait teknis penilaian peserta, diterangkan Ekowati, peserta akan tampil selama 45 – 60 menit. selama waktu tersebut, pihak juri akan menilai penampilan mereka, mulai dari gerak, kostum, dialog, gending pengiring dan masih banyak yang lain.

“Selaku juri kita akan mendatngkan seniman dan budayawan, seperti ST Wiyono, Wahyu Santoso Wibowo dan Waliyono. Ketiganya merupakan pelaku di dunia kesenian Kota Solo,” paparnya.

Festival Wayang Bocah yang telah diadakan sejak tahun 1994 tersebut diharapkan mampu menjadi salah satu upaya untuk melestarikan kelangsungan Wayang Orang ditengah gempuran globalisasi teknologi saat ini. Disamping itu, festival tersebut juga merupakan upaya untuk mendorong kelestarian sanggar-sanggar seni di Kota Solo untuk terus berkreasi dan berekspresi untuk kelangsungan budaya di Kota Bengawan.

 



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge