0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

MPR: 4 Pilar Kebangsaan Seharusnya Masuk Kurikulum Pendidikan

Wakil Ketua MPR RI, Hajriyanto Y Tohari (dok.timlo.net/sahid b sutanto)

Sukoharjo — Wakil Ketua MPR RI Hajriyanto Y Tohari menaruh harapan besar kepada pimpinan MPR RI periode mendatang untuk melanjutkan gerakan sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan yang sebelumnya telah digencarkan.

Menurut Tohari, sebagai lembaga politik yang mempunyai independensi, anggota ataupun pimpinan MPR RI memiliki hak untuk melanjutkan atau tidak melanjutkan gerakan sosialisasi 4 pilar tersebut. Karena seyogyanya gerakan sosialisasi 4 pilar merupakan tugas Pemerintah untuk menanamkan kembali jiwa nasionalisme dan pemahaman ideologi bangsa kepada warga negara Indonesia.

“Kami sangat berharap, MPR RI periode mendatang melanjutkan apa yang telah kami gembar-gemborkan tentang 4 pilar kebangsaan,” ujarnya, Minggu (15/9).

Selain menaruh harapan kepada MPR RI periode mendatang untuk terus melanjutkan sosilasasi 4 pilar kebangsaan kepada masyarakat, dalam waktu dekat pihaknya juga berencana akan menemui Presiden untuk membahas langkah kedepan mengenai sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan.

MPR RI akan berbicara dengan Presiden agar Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan dapat dijadikan program Pemerintah secepatnya. Terlebih, dengan sedianya sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan menjadi Program Pemerintah, melalui Kementerian Pendidikan akan sangat efektif menanamkan ideologi Pancasila, pengetahuan tentang UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika kepada para pelajar sejak dini.

“Memang semestinya tanpa disuruh oleh siapapun, Menteri Pendidikan harus memasukkan pendidikan 4 pilar kebangsaan ke dalam kurikulum pendidikan. Salah satu tugas pendidikan itulah untuk menanamkan ideologi. Jika pendidikan tidak berperan, maka jangan diratapi jika pelajar sekarang tidak mengetahui ideologi bangsa, pancasila, UUD 45, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika,” jelasnya.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge