0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Amien Rais. Jangan Ada Capres Didukung Konglomerat

Amien Rais memberi pembekalan dalam Hari Ulang Tahun (HUT) Ke 15 PAN dan Temu Kader PAN Solo, Minggu (15/9) malam, di Kusuma Sahid Prince Hotel (KSPH) (dok.timlo.net/daryono)

Solo — Ketua Majelis Pertimbangan Partai (MPP) Partai Amanat Nasional (PAN), Amien Rais mencium adanya calon presiden (Capres) yang didukung kekuatan modal. Dirinya meminta masyarakat tidak mendukung Capres yang didukung pemilik kapital.

“Secara terus menerus, saya akan menyadarkan kepada bangsa ini jangan sampai ada Capres yang didukung oleh modal, oleh kapital, oleh korporat-korporat, oleh konglomerat. Karena kalau ada seorang Capres melambung karena dukungan modal maka yang menang adalah modal bukan rakyat,” kata Amien sebelum memberikan pembekalan dalam Hari Ulang Tahun (HUT) Ke 15 PAN dan Temu Kader PAN Solo, Minggu (15/9) malam, di Kusuma Sahid Prince Hotel (KSPH).

Menurut Ketua MPR di era Presiden Gus Dur ini, jangan sampai kekuatan modal mencengkeram kekuatan politik. Amien mengaku mulai melihat kecenderungan adanya Capres yang didukung kekuatan modal. Hanya saja, Amien tak menyebut siapa nama Capres yang dimaksud.

Disinggung soal Capres PAN, Amien menjelaskan PAN sudah menetapkan Ketua Umum PAN Hatta Rajasa sebagai Capres 2014. Hanya saja keputusan itu dapat berubah jika perolehan suara PAN dalam Pemilu kurang dari 10 persen suara nasional.

“Pencapresan Hatta tergantung perolehan suara PAN. Kalau PAN lebih 10 persen (suara) maka pasti menjagokan Hatta. Tetapi kalau tidak ya lebih realistis ya Cawapres. Itu pun masih open mainded dengan siapa capresnya,” beber mantan Ketua PP Muhammadiyah ini.

Amien menambahkan, target perolehan suara 10 persen nasional merupakan target yang rasional dan realistis untuk dicapai. Pasalnya di pemilu sebelumnya, PAN meraih 7 persen suara nasional.

“Keinginan itu bukan ngoyo woro atau mengada-ada. Dari 7 persen ke 10 persen itu kan kurang dari separuh. Itu sesuatu yang dalam jangkauan partai. Tapi kalau 1,5 persen atau 1 persen kemudian ingin mencapai 10 persen, itu berlebihan,” pungkasnya.

 



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge