0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Komisi III DPRD Solo Pertanyakan Retakan Atap Beton Terminal Tirtonadi

Terminal Tirtonadi Solo sisi barat yang baru selesai dibangun dan mulai dioperasikan (Dok.Timlo.net/ Daryono)

Solo — Jajaran Komisi III DPRD Solo mempertanyakan adanya retakan memanjang pada bangunan atap cor beton Terminal Tirtonadi Tengah. Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Terminal Tirtonadi mengklaim retakan tersebut bukan karena pengerjaan proyek yang tidak sempurna melainkan merupakan penanda pemisah proyek.

Retakan itu terlihat jelas jika dilihat dari selasar tempat agen travel dan loket bus malam berada, di bagian belakang terminal. Wakil Ketua Komisi III Kus Rahardjo mengatakan, adanya retakan tersebut membuat kerapian bangunan jadi berkurang dengan adanya retakan tersebut.

“Memang itu berfungsi sebagai tanda pemisah, antara proyek yang dibiayai APBN dan APBD. Tapi bangunan jadi tidak elok,” katanya.

Senada, Anggota Komisi III Abdullah AA mengatakan meski diperlukan penanda antara bangunan yang dibiayai APBN dan bangunan yang dibiayai APBD, retakan tersebut harus dirapikan agar tidak menggangu kerapian terminal baru.

“Pertanggungjawabannya memang beda. Yang pakai APBN ke pusat, yang pakai APBD ke daerah. Memang harus ada pemisahan jelas. Tapi kami berharap, itu bisa ditutup, dirapikan,” terangnya.

Sementara, Kasubag Tata Usaha UPTD Terminal Tirtonadi, Eko Agus Susanto mengatakan retakan tersebut bukanlah karena pengerjaan proyek yang tidak sempurna. Itu tanda pemisah proyek yang dibiayai APBN dan APBD. Disebut dilatasi,” jelasnya.

Tanda pemisah tersebut, lanjutnya, awalnya tidak berbentuk retakan melainkan berupa celah selebar 10 cm, yang memisahkan antara bangunan sisi barat yang dibiayai APBN dan bangunan sisi timur yang dibiayai APBD.

“Celah 10 cm itu sebenarnya terbuka. Tapi kalau dibiarkan terbuka, air akan masuk ke bangunan jika turun hujan. Akhirnya bagian atas kami tutup dengan semen, sehingga air tidak masuk ke dalam bangunan,” tandasnya.

Pembangunan bagian tengah Terminal Tirtonadi memang bersumber dari dua anggaran yakni dari APBN 2013 sebesar Rp 7,5 miliar, dan dariĀ  APBD 2013 sebesar Rp 9,6 miliar.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge