0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Komisi IV : Wisata Religi Belum Digarap Serius di Solo

Ribuan Pengunjung memadati acara seabad Haul Habib Ali bin Muhammad Al Habsy (timlo.net - dhefi)

Solo — Potensi wisata di Kota Solo dinilai masih belum digarap secara serius. Jika digarap dengan baik, Solo dinilai memiliki potensi menarik banyak wisatawan mancanegara.

Hal itu disampaikan anggota Komisi IV DPRD Solo, Reny Widyawati yang belum lama ini melakukan kunjungan kerja ke Malaysia dalam forum pertemuan buyer sedunia.

“Perilaku orang Malaysia itu sudah merencanakan liburan seperti halnya orang eropa. Biasanya mereka ke Bandung, namun ke Bandung mereka sudah jenuh,” kata Reny.

Selain itu, menurut Reny, perilaku wisatawan Malaysia meliputi empat hal yaitu shoping, golf, spa, mencicipi kuliner. Perilaku wisatawan Malaysia dalam empat hal tersebut dinilainya cocok dengan potensi wisata yang ada di Solo.

“Saat di Malaysia, mereka memberi masukan supaya Kampung Batik Laweyan disediakan becak keliling mengingat panasnya cuaca. Selain itu juga perlu disediakan kedai-kedai di dalamnya sehingga wisatawan bisa shooping sambil minum kopi,” tuturnya.

Reny menambahkan, potensi wisata itu akan lebih laku jika Dinas Kebudayaan dan Pariwisata dapat menggabungkan potensi wisata dengan moment acara  dalam satu paket wisata. Dicontohkannya, Haul Habib Ali di Pasar Kliwon yang juga banyak didatangi orang-orang Malaysia.

“Ini kan wisata religi yang belum digarap Pemkot. Orang Malaysia kan banyak yang datang bertepatan dengan haul itu. Harusnya diadakan festival plus bazar makanan yang berbarengan dengan Haul itu. Itu kan bisa dijadikan paket wisata yang ditawarkan hotel di Solo,” imbuhnya.

Begitu pula dengan wisata kuliner, menurut politisi Partai Demokrat ini, potensi wisata kuliner belum digarap dengan baik. Galabo yang merupakan ikon kuliner dilihatnya belum menjadi rujukan wisatawan.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge