0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Mel Shandy, Kostumnya Rocker, Lagunya Keroncong

Mel Shandy nyanyi ianglala dengan iringan keroncong. (Dok.Timlo.net/ Achmad Khalik)

Solo —Kalau ada, luka di hatimu, tapi itu semua sirna…” Itulah sepenggal baris dari bait lagu rock Bianglala yang ngetren pada era 1989 oleh Lady Rocker Indonesia, Mel Shandy. Nah, lama tidak terdengar kabarnya, penyanyi asal Bandung Jawa Barat ini tampil menghibur penonton dalam perhelatan Solo Keroncong Festival (SKF) 2013 di Halaman Balaikota Solo, Sabtu (14/9) malam.

Suara serak nan berat perempuan bernama asli Melinda Susilarini tersebut seakan luluh bertransformasi ke dalam lagu keroncong melalui iringan aransemen Orkes Keroncong (OK) Pesona Jiwa pimpinan Koko Thole.

“Susah juga menyesuaikan cengkok keroncong dengan musik rock ini. Apalagi suara saya yang berat dan serak ini. Tapi saya tetap berusaha untuk tampil sebaik mungkin. Terlebih, beberapa tahun belakangan ini sering diundang oleh stasiun pemerintah (TVRI) untuk mengisi program acara keroncong bersama dengan OK. Pesona Jiwa pimpinan Koko Thole,” terang Mel saat ditemui Timlo.net.

Terkait pemilihan lagu yang diusung kedalam genre musik berbeda tersebut, perempuan kelahiran 26 September 1971 ini mengamini, musik rock yang diaransemen kedalam musik keroncong sebenarnya memiliki batasan yang sangat tipis. Namun, menurutnya, musik keroncong lebih banyak menggunakan intuisi seperti cengkok dan notasi.

“Kalau di rock ini kan asal pita suara kuat kita bisa membawakan lagu. Namun, dalam musik keroncong harus menggunakan pendalaman rasa, intonasi lagu, dan masih banyak teknik yang lain,” ujar perempuan yang pernah berada di bawah bendera Log Zhelebour ini.

Awalnya, Mel sempat ragu ketika dirinya ditawari untuk membawakan lagu-lagu keroncong. Namun, pertemuannya dengan musisi sekelas Koko Thole mampu meyakinkannya bahwa genre musik lain pun dapat masuk ke dalam musik keroncong.

“Setelah saya coba, ternyata saya tertantang untuk membawakan lagu saya dalam kemasan berbeda, yakni musik keroncong,” ungkapnya.

Cengkok suara sudah ngeroncong (berkarakter keroncong — Red), lalu bagaimana dengan penampilan? Nah, rupanya style rocker tak mau ia tanggalkan.

“Kalau diminta mengganti penampilan saya, pastinya saya tolak. Karena, style saya seperti ini (lady rocker) dan inilah saya. Tapi, kalau untuk musik keroncong yang saya bawakan, saya menilai ini sebuah tantangan besar yang mengubah pondasi seni tarik suara seseorang,” ucap Mel.

Dirinya merasa senang, ketika ditawari untuk tampil dalam perhelatan SKF 2013. Baru belajar beberapa tahun di dunia musik keroncong, ia harus menyanyi keroncong di hadapan masyarakat Kota Solo yang terkenal menjadi penikmat musik keroncong.

“Sempat grogi juga membawakan lagu dihadapan penggemar keroncong ini. Pasalnya, lagu ini (Bianglala) merupakan lagu aransemen, bukan murni keroncong. Tapi, bersyukur penonton terpuaskan dengan penampilan saya,” pungkas Mel.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge