0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Bulog Surakarta Minta Perajin Tempe Gunakan Kedelai Lokal

Pedagang kedelai. (Dok.Timlo.net/ Aris Arianto.)

Solo – Perum Badan Urusan Logistik Subdivisi Regional (Bulog Subdivre) III Surakarta meminta kalangan perajin tahu dan tempe di wilayah setempat, lebih menggunakan komoditas kedelai lokal ketimbang impor.

Sebagai upaya pemenuhan kebutuhan bahan baku, Kepala Bulog setempat, Edhy Rizwan, mengatakan saat ini pihak institusi tengah gencar memburu komoditas kedelai lokal di sejumlah daerah sentra produksi. Hal itu dilakukan sekaligus sebagai upaya pengamanan harga, mengingat belakangan nilai jual kedelai impor cenderung melambung.

Penyerapan kedelai sementara ini cenderung difokuskan di wilayah Wonogiri. Setidaknya ada tiga tempat yang saat ini dalam pengamatan pihak institusi, yakni Bangunharjo, Gambiranom dan Baturetno. Hanya saja kapasitas serapannya belum terlalu besar, tak lebih dari 300 ton tiap panen.

Terkait pengadaan kedelai lokal ini, Edhy Rizwan mengungkapkan, Bulog Subdivre III Surakarta akan melakukan penandatanganan memorandum of understanding (MoU) alias nota kesepahaman dengan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Wonogiri, Senin (16/9).

Langkah itu ditempuh untuk memperkuat kerjasama pengadaan kedelai lokal dari petani setempat. Selanjutnya Bulog bisa merealisasikan penyaluran komoditas tersebut ke Primer Koperasi Tahu Tempe Indonesia (Primkopti) untuk diteruskan ke kalangan perajin.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge