0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Anas : Pergerakan Indonesia Tidak Boleh Jadi Properti Keluarga

Topeng Anas Urbaningrumk ditembak di CFD, Minggu (24/2). (Dok.Timlo.net/ Achmad Khalik)

Timlo.net — Anas Urbaningrum mendeklarasikan Rumah Pergerakan Indonesia di kediamannya, Jalan Teluk Semangka, Blok C 9 Nomor 1 Kavling AL, Duren Sawit Jakarta Timur. Anas mengatakan, Ormas tersebut tak hanya bergerak di bidang politik, tapi juga di bidang budaya.

Menurutnya, Ormas baru tersebut terbuka bagi siapa saja. Dia juga menyatakan, Ormas tersebut tak boleh dimiliki keluarga atau perseorangan. Hal ini seakan menyindir bekas partainya Demokrat, yang saat ini dipimpin Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Seperti diketahui, Demokrat identik dengan SBY. Saat ini SBY menjabat sebagai Ketua Umum, sementara puteranya, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) menjabat sebagai Sekjen.

“Pergerakan wadah yang bersifat terbuka, terbuka bagi golongan, partai, organisasi apa pun, dan perlu ditegaskan Pergerakan Indonesia tidak boleh jadi properti pribadi, keluarga, kelompok atau golongan. Tidak boleh ada klaim pribadi, keluarga, kelompok, golongan. Ini klaim bersama dari Sabang sampai Merauke,” kata Anas, Minggu (15/9).

Dia menegaskan, tak ada rumus keluarga dalam Ormas tersebut. “Pergerakan Indonesia harus dijauhkan dari rumus, bukan pergerakan milik Anas, Anas adalah bagian dari Pergerakan Indonesia,” katanya.

Anas menilai, pembangunan politik demokrasi di Indonesia tak bertambah kuat. Karena itu, Ormas tersebut ingin menciptakan demokrasi yang mengutamakan kompetisi prestasi kecakapan.

“Promosi politik lebih didorong lebih ke faktor-faktor objektif. Promosi berdasarkan kecakapan dan kemampuan, bukan pertemanan, keluarga, famili, darah atau kemampuan menguji-uji di luar takaran. Demokrasi harus adil, karena itu yang akan menyehatkan politik kita. Itu yang akan kita perjuangkan,” katanya.

“Ini bukan apa-apa, hanya langkah awal, mesti kami memandang ini bukan hal baru. Ini istilah lama yang lahir dengan proses revolusi kemerdekaan,” katanya.

sumber : merdeka.com



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge