0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Disuruh Tiarap dan Ditembaki, PNS Sragen Ngewel

Anggota Grup II Kopassus Kandang Menjangan Kartasura ketika melakukan simulasi di Kantor Pemkab Sragen. (dok.timlo.net/agung)

Sragen — Banyak pejabat dan para PNS yang tidak mengetahui ada simulasi penanggulangan anti terror yang berlangsung di Kantor Pemkab Sragen, Jum’at (13/9) lalu.

Demikian juga dengan Bupati Sragen Agus Fatchur Rahman. Orang nomor satu di Pemkab Sragen ini baru mengetahui ada simulasi beberapa saat sebelum simulasi dilakukan.

“Saya diberitahu beberapa saat. Saya sempat kaget juga akan terjadi simulasi seperti ini,” ujar Agus.

Ketika itu  Agus dan seluruh Kepala Satuan Perangat Daerah (SKPD) sedang mengadakan breafing di ruangrapat bupati yang berada di lantai II Kantor Setda Sragen. Saat rapat baru dimulai secara mendadak masuk sekelompok orang bersenjata lengkap ke ruang rapat dan langsung menodongkan senjata ke arah bupati.

“Anda mau ikut paham kami tidak?!” kata Heru Martono, Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) menirukan kata-kata ‘teroris’ tersebut. Heru melanjutkan, “Kemudian Pak Bupati menjawab, selama itu sejalan dengan NKRI saya mau ikut, tapi kalau tidak ya saya tidak ikut.”

Karena tidak mau, mereka langsung membawa bupati dan terjadilah saling tembak antara teroris dan anggota Komando Pasukan Khusus (Kopasus). Lima teroris berhasil ditembak mati waktu itu.

Heru mengatakan, banyak para kepala dinas yang ada di ruang rapat tidak mengetahui ada simulasi semacam itu. Mereka menganggap itu benar-benar terjadi. Maka tidak heran kalau situasi waktu itu benar-benar mencekam dan penuh ketakutan.

Hal senada dikatakan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Sragen, Tasripin. “Saya benar-benar tidak tahu kalau ada simulasi. Saya kira beneran, kami yang ada di ruang rapat disuruh tiarap dan ditembaki,” kata Tasripin kepada Timlo.net.

“Aku disuruh tiarap sama mereka. Para kepala dinas lainnya juga, tidak ada yang berani melihat si teroris. Aku saja sampai ngewel, nggak nyangka akan seperti ini,” tambah Sekretaris Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Sragen, Budi Sulihanto.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge