0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Keluhkan Dana Rp 40 T, Polri Diminta Tidak Korupsi

(Ilustrasi) Uang. (Dok:Timlo.net/Ranu)

Timlo.net — Dari Rp 40 triliun dana yang dikucurkan dari pemerintah ke polisi, 70 persen di antaranya digunakan untuk gaji dan biaya operasional Polri.

Polri mengeluh dana ini masih tidak mencukupi apalagi jika polisi dituntut untuk memberikan pelayanan prima kepada masyarakat. Sebagai contoh untuk memberi rompi anti peluru untuk menjaga personel polisi tetap aman.

“Rompi body protector itu hanya khusus anggota khusus. Anggota lalin tidak seperti itu. Persoalannya siapkah negara melengkapinya. Pemberdayaan Polri setengah-setengah. Jangan diminta melindungi tapi pemberdayaan itu kurang,” tegas Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Ronny F Sompie di Warung Daun, Jakarta, Sabtu (14/9).

Hal kedua yang diminta Polri adalah soal fasilitas rumah dinas yang dekat dengan kepolisian. Hal ini dianggap menunjang kinerja polisi lebih cepat.

“Polisi di Brunei setiap kantor polisi ada flat di Polres di Polda. Begitu juga di Malaysia dan Singapura. Polisi Jakarta tidak punya rumah tinggal kecuali Brimob. Anggota di polres-polsek kita rugi dalam kecepatan berpindah tempat, makanan juga enggak dapat,” keluh Ronny.

Selanjutnya soal bahan bakar untuk kendaraan polisi yang jatahnya kurang. Setiap bulan mereka hanya diberi 15 liter. Ini menyebabkan kendaraan sulit operasionalnya, ditambah dengan sudah lamanya masa kendaraan tersebut.

“Gimana pake patroli. Ini fakta.Ada kendaraan lama dan tidak semua polsek dilengkapi kendaraan kalau yang dikejar volvo gimana?,” kata Ronny lagi.

Permasalahan keempat soal gaji, menurutnya tidak seperti negara lain gaji polisi di Indonesia kecil. Ronny mempertanyakan kalau perut lapar bagaimana bekerja benar.

“Masalah kesejahteraan banyak masyarakat mencibir masalah ini, itulah mengapa gaji polisi jepang lebih tinggi dr ari gaji pegawai keuangan. Bagaimana kultur ini diubah. Kalau polisi ditanya mereka milih kpk daripada jadi polisi reserse. Anggaran KPK jelas, gaji jelas 3 kali lipat dari gaji polisi,” tambah Ronny.

Yang terakhir soal kepercayaan masyarakat yang masih rendah terhadap Polri. Bercermin dari peristiwa penangkapan teroris Boston, Polri ingin masyarakat percaya pada polisi.

“Di Boston, dibantu IT minded dan masyarakat memberikan informasi,” tutup Ronny.

Menanggapi soal dana tersebut, Ketua Komisi III DPR Gede Pasek Suardika pun menyindir. Harusnya, lanjut Gede, dengan Rp 40 triliun polisi lebih bijak dalam menggunakan anggaran, tidak korupsi.

“Kalau tegas di internal polisi, korupsi bisa dikurangi otomatis lalu diarahkan di bawah. Kalau mau beli rompi bisa. Pengadaan mobil juga,” jelas I Gede Pasek menimpali Ronny.

Gede Pasek menambahkan polisi di zaman Soeharto anggarannya tidak besar, bahkan minim sekali. Namun polisi bisa meredam teror dengan cepat.

“Polisi dulu sekarang beda. Anggaran polisi waktu dengan ABRI sangat kecil. Bahkan anggarannya setara 2 Polda sekarang disatukan,” jelasnya.

sumber : merdeka.com



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge