0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ahli Waris Wiryodiningrat Minta Penundaan Pemugaran Sriwedari

Salah satu penampilan Paduan Suara Mahasiswa UNS, Voca Erudita di Plasa Sriwedari, September 2012 silam (dok.timlo.net/achmad khalik)

Solo — Sebagai pihak yang memenangkan gugatan terhadap ahli waris RMT Wiryodiningrat atas kasus sengketa lahan Sriwedari, Muhammad Jaril mengimbau kepada Pemkot Solo untuk menunda pembangunan kawasan Sriwedari.

Seperti yang disampaikan Jaril pada jumpa pers di salah satu restoran di Solo, Sabtu (13/9), pihaknya mengharapkan pemugaran Museum Radya Pustaka ditunda untuk sementara waktu. Hal ini dikarenakan tanah yang akan dibangun masih dalam sengketa lahan.

Pihaknya berencana untuk menghibahkan 4 hektar dari total 10 hektar tanah yang dimenangkannya tersebut kepada Pemkot, yang meliputi: bagian sebelah barat kawasan Sriwedari, Gedung Wayang Orang, juga pengelolaan Museum Radya Pustaka.

“Saya mengimbau kepada pemkot Solo untuk tidak terburu-buru melakukan perehaban Museum Radya Pustaka, karena pihak sana masih akan melakukan banding, jadi tanah ini masih dalam sengketa. Tidak perlu terburu-burulah, toh jika nanti saya memenangkan gugatan, saya tetap akan menghibahkan sebagian dari tanah itu untuk pemkot Solo. Saya takut kalau pemerintah akan terjebak pada tindak pidana, karena tanah tersebut masih dalam semgketa dan sertifikat yang dipegang Pemkot sudah dibatalkan oleh BPN,” pungkasnya mengakhiri wawancara dengan wartawan.

Sedangkan saat dihubungi melalui ponselnya, kuasa hukum Pemkot Solo, Suharsono belum dapat dikonfirmasi.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge