0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Hardono Diberhentikan, Sejumlah Kader Golkar Solo Ancam Mundur

Rapat konsolidasi Partai Golkar Solo (dok.timlo.net/daryono)

Solo —  Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Partai Golkar Jawa Tengah meminta seluruh komponen Partai Golkar Solo melaksanakan keputusan DPD I perihal pemberhentian sementara Hardono sebagai Ketua DPD II Partai Golkar Solo. Hal itu ditegaskan Ketua DPD I Partai Golkar Jawa Tengah, Wisnu Suhardono dalam Rapat Konsolidasi DPD Golkar Solo di The Sunan Hotel, Sabtu (14/9).

Selain Ketua DPD I Golkar Jateng, hadir dalam konsolidasi tersebut Sekretaris DPD I, Iqbal Wibisono, Wakil Ketua Bidang Kaderisasi dan Keanggotaan DPD I, RM Kusrahardjo, mantan Ketua DPD II Golkar Solo, Hardono, Sekretaris DPD II Golkar Solo, Djaswadi, Ketua Dewan Pertimbangan Golkar Solo, Abimanyu serta Pengurus Pimpinan Kecamatan (PK) Golkar Se-Solo.

“Semua sudah kondusif, sepakat apa yang diputuskan DPD I agar dilaksanakan dengan baik oleh komponen Golkar Solo,” kata Wisnu Suhardono usai acara.

Disampaikannya, pengambilalihan jabatan Ketua DPD II Golkar Solo oleh dirinya selaku Ketua DPD I merupakan hasil konsultasi dengan Ketua Umum dan Sekjen DPP Partai Golkar. Hal itu dimaksudkan untuk menjaga kondusivitas Golkar Solo. “Untuk menjaga kondusivitas Golkar Solo, maka Plt Ketua DPD II ini yang terbaik adalah Ketua DPD I Jateng,” tegasnya.

Terkait masih adanya penolakan dari pengurus kelurahan (PL) perihal pemberhentian Hardono sebagai Ketua DPD II, Wisnu menilai hal itu merupakan dinamika kecil yang biasa terjadi di partai.

“Itu kan dinamika. Kader-kader muda ini kan dinamis, namun kan perlu diberi penjelasan. Secara organisatoris, tidak mungkin pengurus kelurahan langsung ke kita. Kita menerima apa yang disampaikan DPD II. Namun, saya welcome dengan siapapun karena pengurus kelurahan Gokar pun juga datang ke DPD I. Tetapi hanya untuk didengar, tidak kita jadikan referensi. Kita tampung,” jelasnya.

Sementara, usai konsolidasi berlangsung, sejumlah Pengurus Kecamatan (PK) menyatakan kekecewaannya atas sikap DPD I. Sekretaris II PK Golkar Serengan, Aryanto menyatakan para pengurus kelurahan (PL) se-Serengan menyatakan siap mundur dari Partai Golkar.

“Kami menyayangkan DPD I yang tidak mengajak bicara PL-PL. Mungkin nanti PL se-Banjarsari juga akan mundur juga. Ini bukan soal Pak Hardono, tetapi karena keputusan organisasi dimana PK mengambil keputusan tanpa mengajak bicara PL-PL,” paparnya.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge