0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Weleh, Orang Indonesia Borong HP Senilai 1 Miliar Dolar AS

(Ilustrasi) Handphone (dok.timlo.net/ranu)

Timlo.net — Salah satu komoditas yang dituding menjadi penyebab tingginya defisit neraca perdagangan adalah telepon seluler. Nilai impor komoditas ini termasuk yang tertinggi.

Wakil Menteri Keuangan, Mahendra Siregar menyebutkan, nilai impor telepon seluler dalam enam bulan terakhir mencapai USD 1 miliar.

“Keuangan negara kita defisit akibat nilai impor handphone dan sejenisnya mencapai USD 1 miliar. Bayangkan berapa besar uang kita tersedot ke luar negeri untuk hanya membeli handphone,” kata Mahendra Siregar, seusai acara Business Gathering Indonesia Eximbank di Hotel Aston Tanjungpinang, Kepulauan Riau, seperti dikutip Antara, Sabtu (14/9).

Tingginya tingkat impor telepon seluler sempat melahirkan wacana untuk mengenakan Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) untuk komoditas ini. Namun Menteri Perdagangan Gita Wirjawan meminta Kementerian Keuangan tidak memasukkan telepon seluler sebagai salah satu komoditas yang dikenakan PPnBM. Alasannya, telepon seluler sudah bukan barang mewah.

Akhirnya, Wamenkeu hanya bisa mengimbau masyarakat tidak berlebihan membeli telepon seluler. “Cukup satu saja,” ujarnya.

Mahendra juga mengatakan kondisi ekonomi global saat ini menyebabkan nilai ekspor Indonesia menurun lantaran harga berbagai komponen penunjang ekspor juga mengalami kenaikan.

“Saat ini masih belum bisa memprediksikan kapan kondisi ekonomi global seperti kenaikan suku bunga bank akan kembali normal. Negara-negara dunia kini terpaksa menaikkan nilai suku bunganya dan dampaknya semua komponen ekspor juga naik,” kata Mahendra. [noe]

Sumber: merdeka.com

 



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge