0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Perilaku Sosial Orangtua Pengaruhi Gizi Anak

Kepala Badan Ketahanan Pangan Pemkab Sukoharjo Djarot Harjono menyerahkan bantuan beras organik untuk anak-anak kurang gizi (dok.timlo.net/sahid b sutanto)

Sukoharjo — Perilaku sosial orangtua yang buruk serta penyakit bawaan, menjadi penyebab timbulnya gizi buruk di kalangan keluarga atau anak. Untuk mengatasi hal itu, diperlukan tindakan dari kerjasama lintas sektoral dinas-dinas terkait seperti Dinas Kesehatan (DKK), Dinas Pertanian, Dinas Sosial dan Badan Ketahanan Pangan.

Kabid Promosi Kesehatan dan Gizi Dinas Kesehatan (DKK) Kabupaten Sukoharjo dr Indarto mengatakan, masalah gizi buruk tidak hanya disebabkan oleh satu aspek. Ada beberapa latar belakang penyebab terjadi gizi buruk. Oleh karena itu sebagai upaya antisipasi, dibidangnya masing-masing dinas terkait dari berbagai sektor harus terlibat dalam pencegahan maupun antisipasinya.

Sejauh ini, berdasarkan temuan kasus gizi buruk di Sukoharjo, penderita disebabkan karena penyertaan penyakit tertentu seperti hydrocephalus atau penyakit lainnya. Gizi buruk tersebut disebabkan karena kekurangannya asupan gizi dari konsumsi makanan.

“Misalkan saja kasus yang kita temukan di Tawangsari beberapa waktu lalu. Penderita gizi buruk itu akibat dari kecil tinggal di dekatkandang ayam dan terjangkit virus. Hal itulah yang membuat gizi anak tersebut merosot,” tutur Indarto, Jumat (13/9).

Kesadaran orangtua yang rendah tentang pola hidup sehat, seperti seringnya mengkonsumsi makanan instan juga menjadi pemicu gizi buruk. “Sebenarnya hambatan itu bukan hanya masalah kemiskinan. Orang tualah yang sangat berpengaruh besar terhadap kasus gizi buruk akibat perilaku sosial sehari-hari,” imbuhnya.

Hingga saat ini tercatat hanya ada 11 penderita gizi buruk di Sukoharjo akibat penyertaan penyakit lain oleh penderita. Penanganannya, dengan mengidentifikasi penyebab gizi buruk dan merujuknya ke rumah sakit sesuai penyertaan penyakit yang diderita.

Sementara untuk penderita kekurangan gizi yang tercataat mencapai 250 orang di Sukoharjo, DKK akan melakukan penanganan dan intervensi agar kasus kekurangan gizi itu menjadi gizi buruk.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge