0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

BI Rate Naik, Apa Kata Menkeu?

(Ilustrasi) Uang. (Dok:Timlo.net/Ranu)

Timlo.net — Kenaikan Suku Bunga Acuan Bank Indonesia (BI Rate) dikhawatirkan memicu kalangan perbankan kembali mengerek bunga pinjaman. Namun, Menteri Keuangan Chatib Basri yakin, hal itu tak akan terjadi berlebihan.

Alasannya, BI Rate tak selalu linier dengan perkembangan bunga pinjaman setiap bank. Terbuka kemungkinan, bank akan menjaga tingkat besaran bunga, namun memperkecil Nett Interest Margin (NIM).

“Implikasi kalau BI Rate naik, maka bunga pinjaman juga naik. Namun perbankan tentu sudah menghitungnya, ada batas-batas tertentu juga. Jadi dampak pada pinjaman akan beda-beda juga,” ujarnya di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (13/9).

Menkeu yakin bank pasti berhitung agar bunga pinjaman mereka tak naik berlebihan. Sebab, kalau hal itu dilakukan, tidak akan ada debitur yang mau meminjam ke bank.

Belum lagi mengingat persaingan bank berebut nasabah debitur masih tinggi, sehingga besaran bunga akan dijaga tetap rasional. “Enggak bakal ada yang mau tinggi sekali, pasti ada batas atas (bunga pinjaman) yang akan mereka pakai,” kata Chatib.

Selain itu, peningkatan bunga pinjaman sudah dilakukan bank sejak awal Juni, ketika BI pertama kali menaikkan BI Rate 150 basis poin. Sehingga penyesuaian dari perbankan tidak akan signifikan.

Meski demikian, menkeu mengakui BI Rate yang melonjak 25 basis poin bakal membatasi ekspansi perusahaan dalam negeri. Para pelaku usaha akan lebih irit meminjam dari bank, dan berimbas pada penurunan pertumbuhan ekonomi.

Menkeu yakin 4 paket kebijakan ekonomi dapat menahan gejolak akibat kenaikan suku bunga itu kepada sektor riil.

“Beberapa perusahaan mungkin dia enggak akan bisa ekspansi. Sehingga sektor riil terpukul, implikasinya pada penciptaan lapangan kerja, makanya pemerintah harus jaga-jaga melalui paket kebijakan kemarin,” tandasnya.

Selain menaikkan BI Rate, bank sentral sekaligus merevisi pertumbuhan ekonomi Indonesia, menjadi 5,5-5,9 persen di akhir tahun. Chatib mengatakan perkiraan itu sudah sejalan dengan prediksi pemerintah melalui revisi APBN-P 2013.

sumber : merdeka.com



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge