0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Rel Ditumpuki Kayu dan Batu, Perjalanan KA Turangga Terganggu

Sejumlah polisi mengecek rel kereta api. (Ilustrasi) (dok.timlo.net/sahid b sutanto)

Timlo.net — Perjalanan kereta api Turangga jurusan Bandung-Surabaya yang melintas di jalur selatan, alami gangguan saat melintas di ruas jalur rel antara Stasiun Sidareja dengan Stasiun Gandrungmangu, Cilacap, Jawa Tengah, Jumat (13/9) dini hari.

Pasalnya, di atas ruas jalur rel tersebut dipasang tumpukan material kayu bekas bangunan dan batu. Penghalang yang sengaja dipasang dalam posisi melintang oleh orang yang tak bertanggung jawab itu, sempat tertabrak dan terlindas kereta api. Peristiwa ini tidak menyebabkan kereta anjlok atau terguling.

Manajer Humas PT Kereta Api Daerah Operasional (Daop) 5 Purwokerto, Surono membenarkan adanya peristiwa tersebut.

“Pemasangan penghalangan ini sudah dikategorikan sebagai bentuk sabotase. Karena dapat menyebabkan terjadinya kecelakaan terhadap kereta api yang sedang melintas. Baik berupa anjlokan dari rel atau bahkan bisa menyebabkan kereta api terguling,” ujarnya, Jumat (13/9).

Surono mendapat laporan peristiwa tersebut dari masinis kereta api Turangga, Ade S. Menurut laporan Ade, lokomotif KA Turangga dengan nomor seri CC 20414 yang sedang dioperasikannya menabrak dan melindas tumpukan kayu dan batu yang dipasang melintang di atas rel saat melintas antara km 350-351 di Desa Ciawitali, Kecamatan Gandrungmangu sekitar pukul 00.28 Jumat dini hari.

Saat itu, Kereta api Turangga membawa rangkaian 6 gerbong penumpang, 1 gerbong restorasi, 1 gerbong generator dan 1 gerbong khusus barang terpaksa berhenti luar biasa di stasiun Kawunganten untuk melaporkan kepada Pengatur Perjalanan KA di Kawunganten dan memeriksa kerusakan pada lokomotif akibat kejadian ini.

Dari hasil pemeriksaan, lokomotif mengalami kerusakan pada lampu kabut sebelah kanan dan tutup box multiple unit yang merupakan perangkat elektrik penyambung 2 lokomotif. Setelah dilakukan pemeriksaan kerusakan lokomotif sekitar 8 menit, kereta api tersebut kembali melanjutkan perjalanannya lagi ke Surabaya.

“Jika melihat kerusakan yang terjadi di lokomotif, yaitu lampu kabut dan tutup box multiple unit , tumpukan kayu bekas bangunan dan batu tersebut diduga cukup tinggi. Letak lampu kabut dan box multiple unit pada lokomotif sekitar 1 meter dari rel,” kata Surono.

Selain laporan tersebut, PT KAI Daop 5 Purwokerto juga mendapat laporan adanya pelemparan batu saat kereta api ekonomi Kahuripan Jurusan Kediri-Kiaracondong di lokasi yang sama. Walau tidak menimbulkan korban luka-luka, pelemparan batu ini mengakibatkan sebuah kaca jendela di gerbong restorasi pecah. Padahal, malam itu kereta api Kahuripan tujuan Kiaracondong berpapasan dengan kereta api Turangga di stasiun Sidareja.

“Kami menduga pemasangan kayu dan batu di rel, dilakukan setelah KA Kahuripan lewat, karena dari masinis KA Kahuripan tidak ada laporan”, jelas Surono.

Menyusul adanya kejadian ini, pihaknya segera melakukan koordinasi dengan aparat keamanan. “Kami berharap aparat keamanan bisa segera mengungkap dan menangkap pelakunya. Sehingga dapat memberikan rasa aman terhadap masyarakat khususnya pengguna transportasi kereta api,” ucap Surono.

sumber : merdeka.com



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge