0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Penjual Hewan Korban Tak Miliki SKKH akan Disweeping

Pedagang hewan kurban (dok.timlo.net/nanang rahadian)

Karanganyar —  Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Karanganyar bakal melakukan sweeping terhadap penjual hewan korban yang tidak dilengkapi Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH), terutama di daerah perbatasan seperti Bekonang maupun Palur. Hal tersebut dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya penularan penyakit pada hewan kurban yang bisa membahayakan pada manusia.

Kepala Disnakkan Karanganyar Sumijarto, saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (13/9) mengatakan, pihaknya juga akan menerjunkan tim yang akan terus memantau kesehatan hewan korban di sejumlah titik penjualan. Tujuanya agar hewan yang dijual dalam kondisi layak dan sehat untuk disembelih. Disisi lain pembeli khususnya masyarakat juga terjamin.

“Penjual hewan korban juga wajib memiliki SKKH, surat ini sebagai bentuk jaminan kepada pembeli jika hewan tersebut memang sehat dan layak di konsumsi. JIka nanti kedapatan tidak memiliki SKKH pemjual bisa dikenai sangksi tegas,” jelasnya.

Sumijarto menambahakan, di Karanganyar sendiri kebutuhan hewan kurban masih bisa disuplai oleh peternak lokal. Mereka diantaranya berasal dari Kecamatan Jumantono, Kecamatan Jumapolo, Kecamatan Jatipuro, Kecamatan Jatiyoso dan Kecamatan Mojogedang.

Meski terpenuhi namun masih ada beberapa penjual yang mendatangkan hewan kurban dari luar. Seperti dari wilayah Kecamatan Mojolaban dan Polokarto Kabupaten Sukoharjo. Hewan tersebut umumnya masuk ke Karanganyar khususnya di daerah perbatasan.

“Kita tidak bisa melarang masuknya beberapa penjual dari luar daerah terutama di daerah perbatasan. Namun dengan pemantauan yang ketat diharapkan penularan virus pada hewan korban bisa diminimalisir,” pungkasnya.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge