0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Terjaring Razia SIM, Siswi SMA Klaten Menangis

(Ilustrasi) Polisi Lalu Lintas menggelar razia kendaraan bermotor (dok.timlo.net/rori)

Klaten —  Pasca tabrakan maut Lancer Dul, putra bungsu musisi Ahmad Dhani di Jalan Tol Jagorawi beberapa waktu lalu, petugas Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Klaten terus menggiatkan razia terhadap pelajar yang mengendarai motor.

Dalam razia yang digelar Jumat (13/9) pagi di Jalan Raya Solo-Yogyakarta, tepatnya di Gondang, Jogonalan, puluhan pelajar yang hendak berangkat sekolah berhasil terjaring.

Mayoritas dari mereka yang terjaring belum mengantongi surat ijin mengemudi (SIM) karena usianya belum genap 17 tahun, serta sebagian ada yang tidak memakai helm. Para pelajar yang terjaring razia kendaraan langsung digiring petugas menepi untuk diberikan surat tilang.

Pian Dwiyanti, salah seorang siswi SMA Muhamadiyah Klaten yang terkena razia justru menangis ketakutan karena tidak memiliki SIM. Dalam operasi yang digelar kurang dari 1 jam itu, sedikitnya ada 40 kendaraan yang terkena Tilang petugas, 20 di antaranya terpaksa disita petugas karena tidak dilengkapi surat kendaraan.

Salah satu siswi yang terjaring rasia, Ivana mengatakan hingga kini dirinya belum mempunyai SIM, karena masih di bawah umur. “Meski belum mempunyai SIM karena umur saya baru 16 tahun, setiap hari saya juga menggunakan sepeda motor karena jarak rumah dengan sekolah lumayan jauh,” ujar Ivana kepada Timlo.net.

Kasatlantas Polres Klaten AKP Kurniawan Ismail melalui KBO Satlantas Iptu Damin mengatakan, razia terhadap para pelajar sengaja dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya angka laka lantas di jalan karena mayoritas pelajar belum mempunyai SIM.

“Sejak bulan Agustus, Satlantas Polres Klaten telah berhasil menyita sebanyak 215 kendaraan milik pelajar. Bagi pelajar yang terjaring razia akan dipanggil orangtuanya untuk mengambil STNK atau sepeda motornya,” ujar Iptu Damin.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge