0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pilkada Karanganyar, Selebaran Gelap Makin Merebak

Ketua Panwaslu Karanganyar, Dwi Joko Mulyono (dok.timlo.net/nanang rahadian)

Karanganyar — Selebaran gelap bertuliskan tuduhan korupsi kepada pasangan calon bupati dan calon wakil bupati (cabup-cawabup), Juliyatmono-Rohadi Widodo (YuRo) masih merebak hampir di seluruh wilayah Kabupaten Karanganyar. Selebaran yang memuat salinan dua buah berita dari sebuah surat kabar lokal itu diduga mulai disebarkan di Kecamatan Mojogedang, beberapa hari lalu.

Selebaran tersebut, kebanyakan disebar di beberapa kios pada malam hari, sehingga tidak ada yang mengetahui saat penyebarannya. Salah seorang pemilik warung di daerah Mojogedang, Surani, mengatakan, dirinya menemukan selebaran gelap tersebut di depan warung miliknya saat akan membuka warungnya pagi hari.

“Saya melihat di depan warung saya banyak sekali selebaran tersebut saat pagi hari, padahal sore sebelumnya belum ada,’ ungkapnya.

Sementara saat mendapat laporan dari wartawan, Ketua Panwaslu Karanganyar Dwi Joko Mulyono, langsung mendatangi kios milik Surani bersama rombongan Tim Panwascam dari beberapa kecamatan. Dia mengakui penyebaran selebaran gelap itu telah merebak hampir di seluruh kecamatan di Karanganyar.

“Kemarin saya baru mendapat laporan resmi dari Kecamatan Mojogedang dan Ngargoyoso. Berdasarkan informasi yang saya terima hari ini (kemarin), selebaran gelap itu sudah menyebar hampir di semua kecamatan, waktu penyebarannya kami perkirakan juga bersamaan,” katanya, Jumat (13/9).

Joko menegaskan, selebaran tersebut  jelas merupakan salah satu bentuk black campaign (kampanye hitam) lantaran memuat unsur hinaan dan menyudutkan salah satu pasangan cabup-cawabup.

 



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge