0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Penanggulangan Banjir di Jakarta Tak Butuh Bantuan Asing

Pengungsi banjir. (Dok.Merdeka.com)

Timlo.net — Gubernur DKI Jakarta menerima tamu dari Pertamina Eksplorasi (Pertamina EP) di Balai Kota, Jakarta. Pertemuan itu membahas rencana pembuatan sumur resapan dan penghijauan di beberapa kawasan di Jakarta. Tidak hanya itu, kelurahan-kelurahan di Jakarta juga akan diikutsertakan.

“Pertamina mau bantu sumur resapan dan penghijauan kota. Kawasan yang segera digeber pembuatannya di Casablanca dan Satrio. Kemudian dengan bertahap di seluruh kelurahan, tapi mula-mula 200 kelurahan dulu,” kata Jokowi usai pertemuan, Kamis (12/9) siang.

Pembangunan di Jakarta yang mengabaikan dampak lingkungan membuat Jakarta selalu kebanjiran saat hujan dan kekurangan air saat musim kemarau. Penyebabnya, pengambilan air tanah oleh masyarakat tidak diimbangi dengan pembuatan sumur resapan sebagai tabungan air dan minimnya penghijauan.

“Pembuatan sumur resapan harus kita dukung. Itu sederhana konsepnya, tak perlu lah dana bantuan asing apalagi pinjaman Bank Dunia,” ujar Fatchi Muhammad Ketua Masyarakat Air Indonesia saat dihubungi merdeka.com pada Kamis (11/9) melalui telepon selulernya.

Lebih lanjut, Fatchi menerangkan, konsep sumur resapan sama dengan mengembalikan jumlah air yang diambil dari tanah dengan jumlah sama. Menurut dia logikanya sederhana. Bila sebuah rumah memiliki sumur sebagai sumber air sedalam sepuluh meter, dia melanjutkan, maka kedalaman sumur resapannya juga sepuluh meter untuk mengembalikan air yang sudah diambil.

Dengan adanya sumur resapan, menurut Fatchi, semua air buangan rumah tangga sampai air hujan akan ditampung di sana. Kelak bila musim kemarau menyergap, sumber air tidak akan kering, karena sudah memiliki tabungan air dalam sumur resapan yang langsung diserap tanah.

Lebih lanjut Fatchi menerangkan, kondisi Jakarta saat ini mengalami kekurangan air sebanyak 56 persen. Apalagi kawasan-kawasan serapan air di Jakarta sudah banyak yang menjadi permukiman dan perkantoran. Daerah resapan air berada di wilayah Jakarta Selatan bagian timur, Jakarta Timur, dan Jakarta Barat.

“Total luas Jakarta 661 kilometer persegi dan sisa kawasan resapan air tinggal 370 kilometer persegi. Apalagi sekarang sudah banyak rumah yang menggunakan sumur bor tanpa membuat sumur resapan,” ujar Fatchi lebih lanjut.

Bagi Fatchi konsep dan fungsi sumur resapan sangat simpel untuk dilakukan. Namun menurut dia, kesadaran masyarakat masih kurang dan pengawasan dari pemerintah tidak pernah berjalan. Bahkan, Perda tentang sumur resapan sudah ada puluhan tahun yang lalu tapi tidak pernah dilaksanakan.

Namun ada yang menarik dari penemuan Fatchi, dia pernah melakukan riset kecil-kecilan di beberapa tempat di Jakarta, salah satunya di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan. Dia menemukan banyak perkantoran di sana menggunakan sumur bor dan tidak memiliki sumur resapan serta membuang air yang sudah dipakai langsung ke selokan dan sungai.

Bahkan, dia mengimbuhkan, hal itu juga terjadi di beberapa perkantoran kedutaan asing yang sering koar-koar tentang penyelamatan lingkungan.

“Kalau terus bilang akan tetap ada banjir di Jakarta. Ya gak akan selesai kalau kita tidak melakukan apa-apa dalam menanggulanginya. Sumur resapan itu cara paling murah dan efektif untuk menangani banjir dan kekurangan air dengan cara bersama-sama,” terangnya.

sumber : merdeka.com



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge